EDISIINDONESIA.id- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengambil langkah tegas dengan memperketat pengawasan mutu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tujuannya jelas: memastikan setiap suapan yang diterima jutaan anak Indonesia aman dan menyehatkan!
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menyatakan bahwa Kemenkes berperan penting dalam memastikan higienitas dan keamanan pangan. Pengawasan ketat di lapangan menjadi kunci utama.
“Kerja sama dengan Dinas Kesehatan daerah sangat penting untuk menjaga mutu MBG,” ujar Benjamin saat mengunjungi SMKN 1 Jakarta Pusat, Rabu, 8 Januari 2026.
Salah satu bentuk pengawasan ini adalah penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk dapur-dapur MBG, yang disebut Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG). Sertifikat ini bukan sekadar formalitas, lho!
“Saat ini, sudah ada 4.535 SPPG yang lulus sertifikasi. Semua diperiksa, termasuk uji laboratorium,” jelas Benjamin.
Kabar baiknya, semakin banyak dapur yang bersertifikat, semakin sedikit pula laporan tentang masalah kesehatan terkait program ini. Kemenkes optimis, dengan pengawasan yang ketat, MBG bisa diperluas tanpa mengorbankan kesehatan penerima manfaat.
“Yang terpenting adalah menjaga mutu. Jangan terburu-buru, utamakan keamanan,” pungkas Benjamin.(edisi/rmol)
Comment