KONAWE, EDISIINDONESIA.id– Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST., menegaskan komitmen membangun ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan melalui program “Kampung Tematik Durian”.
Kebijakan ini diterapkan di tujuh kecamatan, dengan dua wilayah sebagai percontohan terlebih dahulu: Padangguni dan Latoma, sebelum secara bertahap menjangkau Abuki, Asinua, Tongauna, Tongauna Utara, dan Besulutu.
“Program ini bagian dari visi Konawe Bersahaja dan mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi dari level rumah tangga,” ungkap Bupati Yusran kepada Persada Kita.Id di Unaaha, Jumat (26/12/2025).
Pemilihan Padangguni dan Latoma tidak sembarangan. Latoma, yang berdekatan dengan DAS Konaweha, diharapkan berperan sebagai tanaman penyangga air, sementara kedua kecamatan secara historis telah menjadi sentra durian yang produknya sampai ke Kota Kendari.
“Sasaran utama adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi setiap rumah tangga dan menekan kemiskinan,” tambahnya.
Secara teknis, program ini memanfaatkan pekarangan rumah warga. plt Kepala Bidang Hortikultura Dinas TPHP Konawe M. Suknip, SP., MP., menjelaskan setiap rumah tangga menanam 3-8 pohon durian sesuai luasan lahan, dengan fokus pada varietas unggul Musangking dan Bawor yang cocok dengan agro-klimat Konawe. “Pohon dapat berproduksi dalam 3,5-5 tahun dengan pemeliharaan yang tepat,” jelas Suknip.
Potensi ekonominya sangat menjanjikan: satu pohon dewasa menghasilkan 30-50 biji per musim (masing-masing 8-10 kg), dengan penghasilan kotor sekitar Rp 12 juta per pohon per musim.
Dengan total 12.170 bibit yang direncanakan, saat panen normal akan menghasilkan pendapatan kotor sebesar Rp 146 milyar bagi rumah tangga petani.
Untuk keberhasilan, Dinas TPHP melakukan pengawalan melalui PPL. Saat ini, di Latoma telah tertanam 4.000 pohon dari target 5.170, sedangkan di Padangguni telah terpasang 6.000 pohon dari target 7.000. Sisanya masih dalam tahap persiapan lahan.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjadikan Konawe sebagai penghasil durian berkualitas unggul di Sulawesi Tenggara dan model pemberdayaan ekonomi berbasis komoditas lokal yang berkelanjutan. (**)
Comment