KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) untuk kalinya kelima.
Dalam ajang tersebut, La Ode Jusri mengumumkan keputusannya untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin, dengan komitmen penuh untuk memperkuat profesi arsitek dan menjanjikan menjadi “nahkoda” yang akan membimbing IAI Sultra ke arah yang lebih baik.
Menurut Jusri (sapaan akrabnya) yang berbicara Selasa (23/12/2025), keputusannya tidak sekadar untuk bersaing, melainkan wujud tanggung jawab moral untuk memperjuangkan hak dan kepastian profesi bagi para arsitek di daerah.
“Saya ingin membangun IAI Sultra yang lebih profesional, solid, dan benar-benar menjadi rumah bagi seluruh arsitek di Sultra,” ungkapnya.
Dalam visi yang dia bawa, Jusri menekankan peran krusial IAI Sultra sebagai mercusuar pembangunan di bumi anoa.
Menurutnya, organisasi profesi arsitek harus berperan strategis dalam mengarahkan pembangunan daerah, sambil tetap melindungi nilai-nilai arsitektur lokal sebagai identitas budaya.
Tak hanya soal visi, Jusri juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses Musprov. Ia meminta panitia pelaksana untuk bertindak profesional, independen, dan bebas dari intervensi siapapun.
“Pemilihan harus berjalan demokratis dan bermartabat, tanpa tekanan dari luar,” tegasnya.
Di antara program unggulannya adalah penguatan kelembagaan, termasuk rencana pembangunan sekretariat permanen sebagai pusat aktivitas organisasi, serta pengembangan kompetensi anggota.
Dalam aspek profesionalisme, ia berkomitmen untuk mempermudah pengurusan Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA), meningkatkan keterampilan anggota melalui pelatihan dan seminar, serta memperkuat pemahaman kode etik profesi.
Pengalaman Jusri di IAI tidak main-main. Sejak bergabung pada 2017, ia telah berkembang hingga dipercaya menjadi pengurus periode 2023–2026.
“Dengan pengalaman sebagai anggota dan pengurus, saya ingin memberikan kontribusi lebih besar melalui kepemimpinan di IAI Sultra,” tandasnya.(**)
Comment