Dialog Anak Bangsa di Kendari: Dorong Pemuda Jadi Solusi Nyata untuk Daerah

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kendari, Maman Firmansyah, membuka kegiatan Dialog Anak Bangsa di Universitas Mandala Waluya Kendari.

Acara ini diikuti berbagai kalangan, mulai akademisi, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi kepemudaan, dengan tema “Spirit Sumpah Pemuda: Refleksi Problema Tiga Bangsa Menuju Kendari Maju dan Beradat.”

Dalam sambutannya, Maman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya dialog ini sebagai wadah penting bagi generasi muda untuk menyuarakan gagasan dan solusi atas tantangan di tingkat daerah.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada narasumber seperti Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun, Rektor Unsultra, dan Ustaz Dr. Maulana LC, yang telah berkontribusi dalam pengembangan pemikiran kaum muda.

Maman menekankan, peran pemuda harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mendorong kemajuan daerah, bukan hanya sebatas seremoni.

Pemerintah Kota Kendari terbuka terhadap ide dan masukan konstruktif dari generasi muda untuk kemajuan bersama.

Dalam dialog tersebut, Maman menguraikan sejumlah isu utama yang menjadi fokus pemerintah daerah, antara lain pengelolaan sampah dan kebersihan kota, penanganan banjir, ketersediaan air bersih, dan pembangunan infrastruktur jalan.

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif terlibat dalam menjaga kebersihan, memilah sampah dari sumbernya, dan menjadi bagian dari solusi lingkungan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai kunci pembangunan.

Saat ini, Kota Kendari menempati peringkat keempat nasional dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), dan pencapaian ini harus terus ditingkatkan melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan organisasi kepemudaan.

Maman juga mengingatkan generasi muda agar tetap berpikir positif, menolak doktrin negatif, dan memandang pemerintah sebagai mitra dalam membangun daerah.

“Dengan moral yang kuat, kita bisa menolak segala bentuk provokasi dan isu yang memecah belah bangsa,” pesannya.

Kegiatan Dialog Anak Bangsa ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret dan langkah nyata untuk memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan.

“Melalui kolaborasi antara Litmi Kota Kendari dan FMBKI Kendari, kita ingin membentuk generasi yang cerdas, beradat, dan berdaya saing tinggi,” tutup Maman. (**)

Comment