Hari Santri Jadi Pengingat Pentingnya Layanan Kesehatan di Pesantren

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Hari Santri tidak hanya menjadi momentum mengenang peran santri dalam sejarah bangsa, tetapi juga pengingat bahwa perhatian terhadap kesehatan santri di lingkungan pesantren masih sering terabaikan.

Hal ini ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Muhamad Saleh, saat memantau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Al Ikhlas Lambuya, Kabupaten Konawe.

Program CKG ini merupakan kerja sama antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Sultra dengan UPTD Puskesmas Lambuya sebagai upaya menyediakan layanan kesehatan dasar bagi para santri.

Pemeriksaan difokuskan pada deteksi dini anemia, masalah gizi, gangguan penglihatan, kesehatan kulit, dan potensi penyakit menular.

“Santri selama ini dikenal mandiri dan sederhana, tetapi bukan berarti kesehatan mereka bisa diabaikan. Pesantren harus menjadi tempat yang sehat agar mereka bisa belajar dan beribadah dengan baik,” ujar Muhamad Saleh.

Ia menekankan bahwa lingkungan pesantren yang komunal membuat para santri lebih rentan terhadap penularan penyakit. Karena itu, kesehatan harus menjadi bagian penting dari sistem pendidikan pesantren.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga disertai edukasi perilaku hidup bersih dan sehat. Para santri diajak membiasakan cuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan pondok, serta memperhatikan pola makan agar terhindar dari risiko gizi buruk.

“Cek kesehatan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan simbolis. Ini harus menjadi gerakan bersama untuk memastikan kualitas hidup santri lebih baik,” tegas Saleh.

Ia juga mengajak pesantren lain di Sulawesi Tenggara untuk membuka diri terhadap program layanan kesehatan santri dengan menggandeng fasilitas kesehatan setempat atau relawan kemanusiaan.

“Membangun generasi berilmu harus dimulai dengan memastikan mereka sehat. Fisik kuat, pikiran jernih, dan spiritual kokoh,” tutupnya.(**)

Comment