Angka Stunting Masih Tinggi, Pemprov Sultra Tekankan Kerja Terpadu

KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Pemerintah Provinsi (pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui sinergi lintas sektor dan evaluasi kinerja kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Asrun Lio, saat membuka Penilaian Kinerja Percepatan Penurunan Stunting se-Sultra di Kendari, Selasa (21/10/2025).

Asrun Lio menegaskan stunting merupakan persoalan serius yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi masa depan.

“Stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia. Ini investasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional berada di angka 19,8 persen, belum mencapai target nasional 14 persen.

Di Sultra, prevalensi stunting turun dari 30 persen pada 2023 menjadi 26,1 persen pada 2024 namun masih berada di atas rata-rata nasional.

“Penurunan ini patut diapresiasi, tetapi belum cukup. Kita harus bekerja lebih terarah, terpadu dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sekda menekankan pentingnya intervensi spesifik dan sensitif, seperti pemberian tablet tambah darah bagi ibu hamil dan remaja putri, dukungan gizi anak, perbaikan sanitasi, dan penyediaan air bersih. Ia juga menyoroti perlunya kerja kolaboratif lintas sektor.

“Penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan evaluasi berbasis data,” tambahnya.

Menurut Asrun Lio, tiga indikator yang harus diperhatikan dalam penanganan stunting adalah angka prevalensi, tingkat kemiskinan, dan ketahanan pangan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat disebutnya sebagai salah satu strategi pendukung percepatan.

Ia menegaskan penilaian kinerja kabupaten/kota ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan evaluasi nyata untuk memperkuat delapan aksi konvergensi penurunan stunting.

“Saya harap forum ini melahirkan rekomendasi dan inovasi baru dari daerah,” katanya.

Di akhir arahannya, Sekda menyampaikan lima pesan penting: komitmen kepala daerah, kesinambungan program lintas sektor, perencanaan berbasis data, penguatan komunikasi perubahan perilaku, serta akurasi pendataan.

“Penurunan stunting adalah kerja kemanusiaan dan tanggung jawab bersama. Ini harus dilakukan serius dan konsisten,” tutupnya.(**)

Comment