KONKEP, EDISIINDONESIA.id– Kepala Desa (Kades) Lantula, Kecamatan Wawonii Barat, Suwardin, terus berupaya meningkatkan potensi pertanian desa dengan memastikan ketersediaan infrastruktur dasar bagi warganya, salah satunya melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT).
Sebagai desa yang maju, Lantula memiliki potensi pertanian yang melimpah dengan berbagai komoditas unggulan seperti kelapa, kakao, pala, cengkeh, jambu mete, dan lainnya.
Berdasarkan potensi tersebut, Suwardin bersama perangkat desa dan masyarakat melalui musyawarah desa (Musdes) sepakat untuk mengembangkan sektor pertanian dengan membangun infrastruktur penunjang seperti JUT dan pengadaan tangki semprot pertanian.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, mendukung ketahanan pangan, serta memajukan pertanian modern di Kabupaten Konawe Kepulauan.
“Lebih dari lima ratus jiwa warga Lantula berprofesi sebagai petani,” ujar Suwardin saat ditemui Edisiindonesia.id di Langara, Senin (13/10/2025).
Suwardin menjelaskan bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) Lantula setiap tahun mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk pembangunan JUT dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan transparansi.
“Pada tahun 2024, kami telah membuka jalan usaha tani dan jalan pemukiman di tujuh titik dengan total panjang 1.535 meter yang tersebar di kebun-kebun dan pemukiman warga,” jelasnya.
Untuk tahun 2025 ini, Pemdes Lantula fokus membangun JUT di satu titik dengan total panjang 380 meter.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik antara Pemdes dan masyarakat Lantula, semua pembangunan di desa kami berjalan lancar tanpa kendala,” tutur Suwardin.
Suwardin menegaskan bahwa program JUT merupakan prioritas desa, sehingga Pemdes Lantula akan terus mengalokasikan anggaran setiap tahunnya.
“Kami berharap pembangunan ini dapat melancarkan perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harap Suwardin.
Selain itu, untuk mengantisipasi musim kemarau panjang, Pemdes Lantula juga mengalokasikan pembangunan sumur bor sebanyak 10 titik yang tersebar di seluruh dusun. “Program ini merupakan usulan warga saat Musdes.
Mengingat sebentar lagi kita akan menghadapi musim kemarau dan warga kesulitan mencari air bersih, program ini sangat tepat sebagai pemenuhan kebutuhan dasar,” pungkasnya.(**)
Comment