KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Workshop Strategi Penyusunan Proposal Penelitian Komprehensif Berbasis Digital.
Kegiatan ini menghadirkan dua pakar nasional di bidang riset, yakni Prof. Dr. Irwan Abdullah, M.A., Founder Irwan Abdullah Scholar Foundation (IASF), dan Prof. Dr. M. Alie Humaedi, M.A., M.Hum., dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan Maritim dan Budaya Berkelanjutan BRIN.
Keduanya memberikan panduan praktis dalam merancang proposal penelitian yang kompetitif dan relevan dengan perkembangan era digital.
Plh. Rektor IAIN Kendari sekaligus Direktur Pascasarjana, Dr. La Hadisi, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kampus untuk memperkuat budaya riset yang adaptif dan berorientasi pada kemanfaatan.
“Penelitian hari ini bukan hanya soal memenuhi kriteria ilmiah, tapi juga tentang menjawab persoalan nyata di masyarakat. Proposal riset harus disusun secara komprehensif dan selaras dengan perkembangan digital agar bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Dr. La Hadisi berharap workshop ini dapat meningkatkan kemampuan dosen dalam menghasilkan proposal unggulan dan memperluas jejaring kolaborasi akademik lintas lembaga.
Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan LPPM IAIN Kendari, Prof. Dr. Fahmi Gunawan, S.S., M.Hum., mengapresiasi kehadiran narasumber yang disebutnya sebagai sosok berpengaruh dalam dunia penelitian Indonesia.
“Prof. Irwan Abdullah telah menulis lebih dari 750 artikel terindeks Scopus dan membimbing ratusan guru besar. Materi yang dibawakan kali ini bahkan merupakan versi terbaru yang belum pernah dipresentasikan sebelumnya. Ini momentum penting bagi dosen IAIN Kendari untuk meningkatkan kualitas risetnya,” jelasnya.
Dalam sesinya, Prof. Irwan Abdullah menekankan pentingnya orisinalitas gagasan dan ketegasan metodologi dalam menyusun proposal.
Ia memperkenalkan formula NUR-IA sebagai dasar proposal unggulan: Novelty (kebaruan ide), Urgency (urgensi penelitian), Rigor (ketegasan metodologi), Impact (dampak penelitian), dan Alignment (keselarasan dengan prioritas lembaga pemberi dana).
“Hibah penelitian tidak selalu dimenangkan oleh peneliti yang paling pintar, tetapi oleh mereka yang bisa menonjolkan kebaruan ide, argumen yang kuat, dan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Melalui workshop ini, IAIN Kendari berupaya memperkuat tradisi riset yang inovatif, mendorong dosen menghasilkan proposal berkualitas, serta meningkatkan kontribusi kampus dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat.(**)
Comment