EDISIINDONESIA.id – Polemik pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seperti tak berkesudahan. Management Development Institute of Singapore (MDIS) yang disebut sebagai almamater Gibran pun bersuara menjawab keraguan publik terhadap riwayat pendidikan putra sulung Jokowi itu.
Management Development Institute of Singapore (MDIS) pun memberikan klarifikasi mengenai riwayat pendidikan Gibran Rakabuming Raka di lembaga pendidikan itu.
MDIS melalui keterangan resminya menegaskan bahwa Gibran Rakabuming Raka benar menempuh pendidikan di MDIS pada 2007-2010.
“Management Development Institute of Singapore (MDIS) ingin menanggapi pernyataan yang beredar di media sosial mengenai kualifikasi pendidikan Gibran Rakabuming Raka,” tulis keterangan resmi MDIS, Rabu (1/10).
MDIS memastikan Gibran tercatat sebagai mahasiswa penuh waktu selama tiga tahun. Dalam periode 2007-2010, Gibran menyelesaikan Diploma Lanjutan, sebelum melanjutkan studi ke jenjang sarjana.
“Bapak Gibran Rakabuming Raka adalah mahasiswa penuh waktu di Management Development Institute of Singapore (MDIS) dari tahun 2007 hingga 2010,” lanjut keterangan MDIS tersebut.
MDIS juga menguraikan riwayat pendidikan Gibran usai menyelesaikan pendidikan diplomanya. MDIS mengaku Gibran melanjutkan pendidikan untuk meraih gelar Bachelor of Science (Honours) di bidang Marketing.
Gelar tersebut diberikan oleh University of Bradford, Inggris yang menjadi mitra universitas MDIS pada saat itu.
“Dilanjutkan dengan gelar Sarjana Sains (Honours) di bidang Marketing yang diberikan oleh mitra universitas kami saat itu, University of Bradford, Inggris,” jelas MDIS.
Dalam keterangannya, MDIS juga menegaskan bahwa lembaganya merupakan salah satu institusi profesional nirlaba tertua di Singapura yang konsisten menjaga standar pendidikan.
Mereka juga menyatakan komitmen untuk terus membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan global.
“Kami menawarkan pendidikan tinggi yang tangguh dalam lingkungan yang kondusif, memastikan mahasiswa siap menghadapi tantangan dan peluang dalam ekonomi global. Lulusan kami memiliki keahlian yang mutakhir dan mencerminkan tuntutan dunia profesional yang terus berkembang,” tegas MDIS.
MDIS turut menjelaskan bahwa di Singapura, institusi pendidikan swasta memang menyelenggarakan program pendidikan tinggi melalui kerja sama dengan universitas internasional.
“Semua diploma dan gelar yang diberikan oleh mitra universitas luar negeri kami yang terhormat mematuhi standar akademik yang ketat. MDIS bangga memberikan pendidikan berkualitas tinggi kepada semua siswa,” tutup keterangan resmi tersebut.
Kampus Abal-abal
Sebelumnya, dosen IPB University Meilanie Buitenzorgy diduga memberikan kritikan mengenai soal latar belakang pendidikan Gibran Rakabuming Raka.
Setelah sebelumnya menganalisa soal pendidikan menengah Gibran, kini Meilanie menyinggung soal Management Development Institute of Singapore (MDIS). Lembaga pendidikan ini disebut sebagai tempat Gibran menempa pendidikan diploma hingga sarjana.
Meilanie menyebut meragukan sebuah kampus yang menerima mahasiswa dengan ijazah sekolah menengahnya saja diragukan.
Dia juga menyoroti soal MDIS yang hanya sebagai penyelenggara bagi kampus-kampus lain yang dengan mudah mengeluarkan ijazah.
Meilanie menyinggung kampus di luar negeri banyak yang abal-abal dan siapapun bisa diterima asal bayar mahal.
Melalui akun Facebooknya Selasa (30/9/2025), Meilanie memperingatkan masyarakat agar tidak silau dengan label ‘Lulusan Luar Negeri’ karena tidak semua institusi pendidikan punya kualitas yang terjamin.
Meilanie juga mengklaim banyak praktik universitas abal-abal yang mementingkan keuntungan finansial daripada standar akademik. (edisi/fajar)
Comment