Mendagri Tito Soroti Inflasi Tinggi di Sultra dan Sejumlah Provinsi Lain

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, menyoroti inflasi tinggi di beberapa daerah, termasuk Sulawesi Tenggara, saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara virtual. 

Dalam arahannya, Tito menyebut inflasi nasional Agustus 2025 tercatat 2,31 persen (yoy) dan -0,08 persen (mtm), masih dalam kisaran ideal 2,5 persen plus minus 1 persen.

“Rentang angka 2,5 persen plus minus 1 persen adalah angka yang paling ideal untuk Indonesia. Ini menjaga keseimbangan antara menyenangkan produsen dengan konsumen,” jelas Tito.

Meski terkendali secara nasional, ia mengingatkan masih ada daerah dengan inflasi di atas 3,5 persen, yakni Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, Papua Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Pegunungan, Aceh, Riau, dan Sulawesi Barat.

“Tolong duduk bersama dengan BPS setempat, kemudian Bulog, Bank Indonesia, bila perlu asosiasi pengusaha, untuk memetakan penyebabnya apa,” pesannya.

Tito juga menyoroti perkembangan harga komoditas. Harga bawang merah turun signifikan di ratusan daerah, sementara beras mulai terkendali berkat operasi pasar.

Namun ia mengingatkan agar waspada terhadap kenaikan cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan, pada minggu ketiga September 2025, tercatat 15 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), 22 provinsi turun, dan 1 provinsi relatif stabil.(**)

Comment