Kerja Sama Pemdes Mataiwoi dan Mahasiswa KKN IAIN Kendari, Membangun Desa Berbasis Ekonomi Kreatif

KONKEP, EDISIINDONESIA.id– Pemerintah Desa (Pemdes) Mataiwoi, Kecamatan Wawonii Utara, Sulawesi Tenggara, menjalin kolaborasi yang produktif dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari.

Kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemdes Mataiwoi dalam mengembangkan sumber daya desa secara berkelanjutan, sekaligus menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi mahasiswa KKN IAIN Kendari.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Mataiwoi, Anggie Febrie Damara, menyampaikan rasa syukur atas penunjukan Desa Mataiwoi sebagai lokasi KKN IAIN Kendari tahun 2025.

Ia menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN dan menyatakan dukungan penuh terhadap program-program yang telah direncanakan.

Anggie berharap kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya dalam hal pemanfaatan limbah rumah tangga untuk menciptakan produk bernilai ekonomi.

Muh. Ilham, Koordinator Desa (Kordes) Mahasiswa KKN IAIN Kendari, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari Pemdes dan masyarakat Mataiwoi.

Mahasiswa KKN telah berhasil melaksanakan program inovatif yang berfokus pada pengembangan ekonomi kreatif, yaitu pengolahan limbah cangkang kerang laut menjadi kerajinan tangan seperti gantungan kunci.

Program ini dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

Selain program ekonomi kreatif, mahasiswa KKN juga berkolaborasi dengan Pemdes Mataiwoi dalam membangun dua infrastruktur penting: plang informasi desa dan plang edukasi sampah.

Plang informasi akan menyediakan akses mudah bagi warga dan pengunjung terhadap informasi penting mengenai struktur pemerintahan desa dan batas wilayah.

Sementara itu, plang edukasi sampah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Kolaborasi antara Pemdes Mataiwoi dan mahasiswa KKN IAIN Kendari ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi dapat menghasilkan dampak positif bagi pembangunan desa, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Semoga program-program ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Mataiwoi.(**)

Comment