Pendapatan Negara Semester I TA 2025 Menurun: PPN dan Dividen BUMN Jadi Biang Kerok

EDISIINDONESIA.id- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan penurunan pendapatan negara pada semester I tahun anggaran 2025.

Penurunan ini disebabkan oleh beberapa faktor utama, terutama pembatalan penerapan PPN 12 persen dan penundaan pembayaran dividen BUMN.

Pendapatan negara semester I 2025 mencapai Rp1.451,6 triliun secara bruto, namun setelah dikurangi restitusi, angka netto menjadi Rp1.201,8 triliun.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa pelemahan ekonomi dan pembatalan kenaikan PPN menjadi penyebab utama penurunan ini. Pembatalan kenaikan PPN mengakibatkan kerugian penerimaan negara sebesar Rp71 triliun dalam APBN 2025.

Kenaikan harga migas juga turut mempengaruhi melemahnya APBN, dengan penerimaan yang lebih rendah dari asumsi awal.

Meskipun terjadi peningkatan pendapatan dari kuartal I (Q1) ke kuartal II (Q2) (Rp791 triliun dibandingkan Rp779 triliun di Q4 2024), pendapatan semester I 2025 tetap lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Sri Mulyani menekankan tekanan signifikan pada pendapatan negara di Q1 2025, akibat pembatalan kenaikan PPN dan penundaan pembayaran dividen BUMN sebesar sekitar Rp80 triliun.

Secara keseluruhan, pembatalan PPN dan penundaan dividen BUMN mengakibatkan penurunan pendapatan negara sekitar Rp150 triliun (Rp70 triliun + Rp80 triliun). Hal ini menunjukkan perlunya strategi pengelolaan keuangan negara yang lebih efektif di masa mendatang.(edisi/rmol)

Comment