KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H (Peaceful Muharram) dengan tema “Damai Bersama Manusia dan Alam”.
Kegiatan yang diisi dengan Dzikir, Doa dan Tausiyah ini dihadiri, Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh, Kasatgaswil Densus 88 AT Polri Sultra, Ketua Pengurus Masjid Raya Al Kautsar Kendari, Kepala LPP RRI Kendari, Kepala TVRI Stasiun Sultra, Ketua BNPT Sultra, ASN Kanwil Kemenag Sultra, ASN Kemenag Kab/Kota, KUA dan Penyuluh Agama Islam se Sultra secara daring dan Luring.
Muhamad Saleh menyampaikan, pergantian Tahun Hijriah di Bulan Muharam merupakan momen penting dalam kehidupan umat Islam. Tahun baru Hijriah dimulai pada tanggal 1 Muharam, bulan pertama dalam kalender Islam.
“Tidak seperti tahun baru Masehi yang biasanya dirayakan dengan kemeriahan, tahun baru Hijriah lebih ditekankan sebagai waktu untuk merenung, introspeksi dan memperbarui niat dalam menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai ajaran Islam,” ungkapnya.
Saleh menyebut, Bulan Muharam termasuk salah satu dari empat bulan suci dalam Islam, dimana Allah SWT mengajak untuk memperbanyak amal kebaikan.
Saleh menambahkan, ada beberapa hikmah yang diambil dalam pergantian Tahun Hijriah. Pertama, mengingat Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah sebagai titik awal penanggalan Hijriah, yang bukan hanya perpindahan fisik, tetapi transformasi menuju kehidupan yang lebih baik.
“Kedua, sebagai momentum muhasabah, mengevaluasi diri atas amal-amal yang telah dilakukan dan membuat resolusi amal yang lebih baik.
Ketiga, menumbuhkan kesadaran spiritual, bahwa hidup ini adalah perjalanan menuju Allah, yang perlu disiapkan dengan iman dan amal.
“Pergantian tahun Hijriah bukan hanya soal angka, tapi adalah momen spiritual yang sarat makna. Ia mengingatkan kita pada sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, serta mengajak kita untuk terus berhijrah dari kegelapan menuju cahaya, dari lalai menuju taat, untuk memperoleh ampunan Allah SWT,” pungkasnya. (**)
Comment