KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Seorang sopir taksi online di Kendari, Aditya Hermawan (30), menjadi korban perampokan brutal saat mengantar penumpang pada Kamis 27 Maret 2025 dini hari.
Korban disekap, dipukul, dan ditinggalkan di jalan perkebunan, sementara mobil serta barang berharganya dibawa kabur. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp251,6 juta.
Peristiwa bermula ketika Aditya menerima pesanan penumpang melalui aplikasi di Halte RRI, Jalan Laute, Mandonga, sekitar pukul 02.00 WITA. Tiga pria masuk ke mobilnya, satu duduk di depan, dua di belakang dan meminta diantar ke Jalan Wayong, Kelurahan Kadia.
Setibanya di tujuan, salah satu penumpang menyerahkan uang untuk membayar tarif perjalanan. Saat Aditya hendak mengambil uang tersebut, ia tiba-tiba diserang.
“Tiba-tiba saya dicekik dari belakang. Mereka bilang, ‘Jangan banyak bergerak kalau tidak mau mati,’” ujar Aditya saat melapor ke Polsek Baruga pada hari Sabtu 29 Maret 2025.
Dua pelaku lainnya memukul wajahnya hingga tak berdaya. Ia kemudian diseret ke kursi belakang, tangan dan kakinya diikat, serta mata dan mulutnya dilakban. Salah satu pelaku lalu mengambil alih kemudi.
Dalam kondisi terikat, Aditya berusaha bernegosiasi agar dibebaskan. Ia menawarkan Rp1 juta kepada para pelaku, tetapi tawarannya ditolak.
“Tidak bisa 1 juta. Kalau mau, 20 juta, saya kembalikan dengan mobil,” kata salah satu pelaku. Setelah negosiasi berlangsung, mereka menyepakati angka Rp5 juta.
Pelaku kemudian menggunakan ponsel korban untuk menghubungi istrinya dan meminta transfer uang. “Tolong kirimkan uang 5 juta ke nomor rekening BCA-ku, ada keperluan,” ujar Aditya kepada istrinya, yang hanya menjawab singkat, “Iya, nanti saya kirimkan.”
Setelah itu, para pelaku memberikan sweater dan kacamata kepada Aditya sebelum menurunkannya di jalan perkebunan. Mereka melarikan diri dengan membawa mobil Daihatsu Sigra merah marun bernomor polisi DT 1237 VF, dua ponsel, serta uang tunai Rp600 ribu.
Akibat kejadian itu, Aditya mengalami luka di bagian mata, kepala, lengan, dan kaki. Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Baruga, yang kini masih melakukan penyelidikan.
Kapolsek Baruga AKP RJ. Agung Pratomo, melalui Kanit Reskrim Polsekta Baruga Iptu Hery, membenarkan laporan tersebut.
“Iya, masih dalam penyelidikan. Aduannya masuk kemarin jam 12 siang,” kata Iptu Hery saat dikonfirmasi, Minggu (30/3/2025).
Hingga kini, polisi masih memburu para pelaku dan mengusut jaringan yang terlibat dalam aksi perampokan ini. (**)
Comment