KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Seorang bayi laki-laki berusia delapan bulan, Muhammad Rayya, asal Jalan Nanga-Nanga, Kecamatan Baruga, Kendari, dirawat intensif di RSUD Abunawas karena menderita stunting.
Bayi tersebut mengalami gizi buruk dan berat badan jauh di bawah standar usianya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Sulawesi Tenggara (Sultra), dr. Muh. Ridwan, menjelaskan bahwa Muhammad Rayya menderita defisiensi kalori marasmus, yang menyebabkan stunting.
“Bayi ini berusia 8 bulan, namun berat badannya hanya 3 kg,” ujar dr. Ridwan melalui WhatsApp, Jumat (28 Maret 2024).
Bayi tersebut membutuhkan asupan nutrisi yang memadai dan perawatan intensif. Pihak rumah sakit telah memberikan perawatan medis, namun keluarga yang kurang mampu dan tidak memiliki BPJS Kesehatan membutuhkan bantuan biaya perawatan dan pemenuhan kebutuhan gizi.
“Mereka tidak memiliki BPJS, sehingga sangat membutuhkan bantuan untuk biaya rumah sakit,” jelas dr. Ridwan.
Ia berharap Dinas Sosial dan masyarakat dapat membantu Muhammad Rayya, terutama dalam hal pengurusan BPJS Kesehatan. “Anak ini harus segera ditolong,” katanya.
Bagi masyarakat yang ingin membantu, dapat menghubungi RSUD Abunawas.
Setiap bantuan sangat berarti bagi masa depan Muhammad Rayya agar ia dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.(**)
Comment