KENDARI, EDISIINDONESIA.id– Penunjukan Dedi Irwanto sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah memicu kontroversi. Banyak pihak mempertanyakan kualifikasi dan proses penunjukannya, yang dianggap tidak transparan.
Aktivis Muhammad Erit Prasetya menyoroti pangkat Irwanto yang lebih rendah dibandingkan kandidat lain. Ia juga mempertanyakan etika kerja Irwanto, yang dianggap kurang profesional. Prasetya juga menuding adanya potensi konflik kepentingan karena hubungan dekat Irwanto dengan industri pertambangan.
Sampai saat ini, Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Komjen Pol. (P) Dr. (H.C) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., belum memberikan klarifikasi resmi terkait penunjukan Irwanto. Media telah mencoba menghubungi Pj Gubernur melalui WhatsApp, namun tidak mendapat respons.
Prasetya menuduh adanya kesepakatan rahasia yang melibatkan uang dan pengaruh dalam penunjukan Irwanto. Ia menilai penunjukan ini bertentangan dengan penekanan gubernur pada kompetensi, merit, dan hierarki dalam memilih pejabat.
Kontroversi seputar penunjukan Irwanto dianggap mencoreng warisan gubernur saat ia mendekati akhir masa jabatannya. (**)
Comment