EDISIINDONESIA.id- Sekretaris DPC PPP Jakarta Pusat, Sanusi Flamboyan, mengkritik pernyataan mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Rommy), terkait bursa calon Ketua Umum PPP menjelang Muktamar X pada April 2025. Sanusi menilai Rommy terlalu aktif memberikan pernyataan di media, seolah-olah PPP kekurangan kader berkualitas.
Ia mempertanyakan fokus Rommy yang lebih sibuk mengusulkan calon ketua umum daripada memikirkan kebangkitan PPP di Pemilu 2029.
Sanusi juga mengingatkan rekam jejak Rommy yang dinilai kontroversial, termasuk dukungannya terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Ia meminta kader PPP untuk tidak terpengaruh manuver Rommy dan memilih pemimpin yang fokus bekerja untuk membangkitkan partai, bukan mengejar agenda pribadi. Sanusi menegaskan bahwa PPP adalah milik umat, bukan alat politik segelintir orang.
Sementara itu, Rommy sendiri telah menyebutkan empat nama yang berpotensi menjadi Ketua Umum PPP, yaitu Taj Yasin (Wagub Jateng terpilih), Sandiaga Uno, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrachman.
Ia mengaku informasi tersebut didapat dari berbagai grup WhatsApp internal PPP. (edisi/rmol)
Comment