Sekda Sultra Tekankan Transformasi PGRI Menuju Era Digital dan Profesionalisme

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio membuka Konferensi Provinsi PGRI Sultra Masa Bakti XXIII tahun 2024 dengan tema “Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas”.

Acara ini bertujuan memilih Ketua dan pengurus baru PGRI untuk masa bakti 2024-2029, menggantikan kepengurusan sebelumnya yang akan segera berakhir.

Konferensi ini menjadi momentum penting bagi PGRI Sulawesi Tenggara untuk berbenah dan menjawab tantangan pendidikan di era modern.

Dalam sambutannya, Sekda Sultra, Asrun Lio menegaskan pentingnya PGRI beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“PGRI harus mampu bertransformasi dari paradigma lama ke paradigma baru. Guru di masa kini harus benar-benar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. PGRI harus tampil terdepan memberikan advokasi dan bantuan kepada guru yang membutuhkan” ujarnya.

Sekda Sultra juga menyoroti permasalahan keterlambatan sertifikasi guru.

“Saya berharap PGRI lebih aktif dalam menyiapkan dokumen dan menyebarkan informasi. Data yang cepat dan akurat sangat diperlukan agar tidak terjadi lagi penundaan pencairan dana sertifikasi.” tambahnya.

Menanggapi pesan ketua panitia terkait tertundanya pencairan Sertifikasi guru, Sekda Sultra akan segera meninjau dan berupaya untuk menuntas permasalahan tersebut.

Dalam hal peningkatan kualitas pendidikan, Sekda menggarisbawahi pentingnya pengembangan kapasitas guru.

“Kemajuan pendidikan hanya bisa tercapai jika para guru mau terus belajar dan meningkatkan kompetensi diri. Kita juga harus menguasai teknologi agar mampu menghadapi tantangan di era digital ini. PGRI harus memanfaatkan digitalisasi untuk mendukung kemajuan pendidikan,” jelasnya.

Ia juga menekankan perlunya PGRI untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan guru privat dan menjawab tantangan dunia digitalisasi.

Menutup sambutannya, Asrun Lio mengingatkan pentingnya memilih pengurus PGRI yang memiliki visi dan mampu berperan dalam kebijakan pendidikan.

“Pengurus baru harus mampu menjadi jembatan antara peran guru dan pembuat kebijakan. Transformasi pendidikan ke depan harus fokus pada profesionalisme, kesejahteraan, kualitas pendidikan, serta adaptasi terhadap teknologi di abad ini,” tutupnya. (**)

Comment