KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pj Wali Kota Kendari membuka Sosialisasi Program Rumah Sakit dan Puskesmas Aman Bencana (RSPAB). Program ini digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kendari.
Pj Wali Kota Kendari Muhammad Yusup menuturkan Program Rumah Sakit dan Puskesmas Aman Bencana merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan terhadap bencana dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
“Dengan rumah sakit dan puskesmas yang tangguh dan siap menghadapi bencana, kita akan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan efektif bagi masyarakat dalam situasi darurat,” tuturnya.
Pj Wali Kota Kendari mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan komitmen penuh dalam menyukseskan program ini.
“Keselamatan, kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kita,” ungkapnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sultra ini, juga mengajak semua pihak untuk menjadikan rumah sakit dan puskesmas agar bisa berfungsi optimal di hari biasa.
“Kita harus kuat dan tangguh, serta aman ketika kita menghadapi bencana,” tuturnya.
Kalaksa BPBD Provinsi Sultra berharap, sosialisasi ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat besar bagi kita semua.
Setelah dibuka, kegiatan ini berlanjut dengan Sosialisasi yang dilakukan Kalaksa BPBD Kota Kendari, di Aula Samaturu Kantor Balai Kota Kendari.
Kalaksa BPBD Kota Kendari Fadlil Suparman menjelaskan, RSPAB merupakan program yang sedang dia kerjakan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) angkatan 35 tahun 2024.
Kalaksa BPBD Kota Kendari Fadlil Suparman mengatakan, Program Rumah Sakit dan Puskesmas Aman Bencana harus ditindak lanjuti secara serius, sehingga bisa terwujud di Kota Kendari.
“Bukan hanya sekedar sosialiasi serta program saja, namun harus betul-betul kita laksanakan simulasi agar tidak terjadi seperti kasus pada Rumah Sakit Santa Ana,” pungkasnya. (**)
Comment