Peringatan Lima Tahun Tragedi September Berdarah di Kendari, Ribuan Polisi Disiagakan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Tepat lima tahun, dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Randi dan Yusuf, tewas dalam aksi penolakan RUU KUHP yang berujung bentrok dengan polisi.

Tragedi yang terjadi pada tahun 2019 lalu ini kembali menarik perhatian publik, setelah ribuan mahasiswa Fakultas Teknik dan Hukum dari UHO dan Universitas Muhamadiyah Kendari (UMK), kembali menyuarakan peringatan yang ke lima tahun peristiwa yang disebut “September Berdarah” Ini.

Untuk itu, ribuan personel kepolisian diterjunkan untuk menjaga keamanan sejumlah titik vital di Kota Kendari, mengantisipasi potensi kericuhan dalam peringatan aksi tersebut.

Menurut Kabag Ops Polresta Kendari, AKP Picha Armedi, sekitar 1.300 personel gabungan dari Polda Sultra, Polresta Kendari, dan Brimob Polda Sultra telah disiagakan.

“Personel yang diturunkan gabungan dari Polda Sultra, Polresta Kendari dan Brimob Polda Sultra dengan total personel 1.300 orang,” ungkapnya Kamis (26/9/2024).

Meski jumlah personel cukup besar, pihak kepolisian menegaskan bahwa tugas mereka hanya menjaga ketertiban tanpa menghalangi aspirasi mahasiswa.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi yang berlangsung masih dalam suasana damai tanpa ada insiden yang mengkhawatirkan. (**)

Comment