MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buru meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu dan Gakkumdu Kabupaten Buru untuk lebih teliti dalam memverifikasi berkas karena ada dugaan pemalsuan dokumen ijazah terkait bakal calon kepala daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua KNPI Kabupaten Buru, Al Muhajir Sipiel Miru, dalam keterangan persnya, Kamis (29/8/2024).
Menurutnya, dalam momentum pemilihan kepala daerah sudah seharusnya masyarakat memilih pemimpin yang mempunyai kualitas dengan latar belakang pendidikan yang baik.
“Pilkada Buru adalah momentum untuk kita memilih pemimpin yang berkualitas baik dari kepribadiannya agama dan kwalitas ilmu yang dimiliki untuk memajukan Kabupaten Buru lima tahun ke depan. Semua ini tidak terlepas dari riwayat pendidikan yang baik dan sesuai tahapan pendidikan,” ucapnya.
Atas dasar hal tersebut, dirinya menegaskan KNPI Buru meminta penyelenggara dan pengawas Pemilu harus profesional dalam melakukan verifikasi seluruh bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buru periode 2024-2029.
“Untuk itu, KNPI Buru meminta KPU agar lebih teliti dan profesional dalam memverifikasi riwayat pendidikan salah satu bakal calon Bupati dan kandidat Bupati lainnya, karena beberapa pekan ini timbul diskusi di tingkat masyarakat soal keabsahan ijazah salah satu bakal calon Bupati,” terangnya. (**)
Comment