EDISIINDONESIA.id – Militer Zionis Israel menyerang lokasi pengungsi di gedung sekolah Al Tabieen di Al Daraj, timur Gaza, Palestina, Sabtu (10/8/2024).
Zionis Israel menyerang jamaah shalat Subuh di sana yang terdiri dari perempuan, anak-anak dan pria lanjut usia.
Badan Pertahanan Sipil Gaza menyebut jumlah korban tewas saat ini antara 90 hingga 100 orang dan puluhan lainnya terluka.
Badan Pertahanan Sipil Gaza mengatakan para korban ini seketika meninggal dunia saat tengah melaksanakan shalat Subuh di gedung sekolah yang dijadikan lokasi pengungsi.
Juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Bassal, kepada kantor berita AFP, Sabtu (10/8) mengatakan, tiga roket Israel menghantam sekolah yang menjadi tempat penampungan pengungsi Palestina.
Sumber-sumber media pemerintah Gaza menyatakan bahwa sekolah yang dihantam tiga roket Israel kali ini menampung sekitar 250 orang. Sekitar setengahnya adalah perempuan dan anak-anak.
Perempuan, anak-anak, hingga orang lanjut usia dilaporkan termasuk dalam korban tewas akibat kekejaman Israel ini.
“Itu adalah serangan yang disengaja terhadap warga sipil tetapi juga pelanggaran terhadap ritual keagamaan masyarakat karena hal itu dianggap suci,” ucap Hani Mahmoud dari Al Jazeera, melaporkan dari Khan Younis di Gaza selatan.
Kepala Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail al-Thawabta menambahkan, tiga bom yang digunakan tentara Israel memiliki berat masing-masing 2.000 pon atau setara 907 kilogram.
Dia mengatakan, Israel amat sangat menyadari sekolah itu telah beralih fungsi menjadi tempat pengungsian.
Sehingga, lokasi itu sudah dipastikan berisi para warga sipil alih-alih markas Hamas sebagaimana alibi biasa pihak penjajah.
Di sisi lain, Militer Israel mengatakan angkatan udaranya menyerang pusat komando dan kendali yang berfungsi sebagai tempat persembunyian para teroris serta komandan Hamas.
“Juga merupakan tempat perlindungan bagi penduduk Kota Gaza,” kata jubir militer Israel. (**)
Comment