Pemkab Konkep Berpartisipasi pada Ajang KIMFest dan UMKM Fiesta

KONKEP, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Konkep mengikuti Festival Komunitas Informasi Masyarakat (KIMFest) dan UMKM Fiesta di Makassar pada 9 Agustus kemarin.

Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Konkep, Jamhur Umirlan menyampaikan, kehadiran KIM di tengah masyarakat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi serta merupakan pemacu roda pembangunan.

“Sesegera mungkin di Konawe Kepulauan kita kembangkan dan tumbuhkan geliat Informasi Masyarakat, bagi Masyarakat kita di level Desa, Kelurahan dan Kecamatan,” ujarnya, Sabtu (10/9/2024).

Ia mengatakan, pembentukan KIM dapat menggerakkan semua sektor baik pertanian, pariwisata, perikanan dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu, KIM dapat memudahkan akses informasi masyarakat secara luas.

“Kita berharap juga pada saatnya nanti Kelompok Informasi masyarakat kita ini dapat mengikuti iven-iven di level nasional, bersaing atau sejajar dengan daerah lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, Staf Ahli Menkominfo Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya, R Wijaya Kusumawardhana saat membuka kegiatan menyampaikan, kehadiran KIMFest untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, juga sebagai komitmen Kemenkominfo dalam membangun infrastruktur telekomunikasi sebagai akses informasi dan digitalisasi di seluruh Indonesia.

“Indonesia memiliki keunikan geografis yang tentu menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan akses informasi. Menyadari hal ini pembangunan Infrastruktur telekomunikasi terus diupayakan berjalan dalam pemerataan akses informasi dan transformasi digital kepada masyarakat,” jelasnya.

Wijaya juga mengungkapkan, Indeks digital Indonesia saat ini berada pada angka 3,64 yang diukur berdasarkan empat dimensi yaitu keterampilan digital, literasi digital, infrastruktur digital, dan tata kelola digital.

“Indeks ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengatasi kesenjangan digital, termasuk memerangi berita bohong dan mis informasi. Faktanya, 30% populasi masih rentang terhadap disrupsi digital,” ucap Wijaya. (**)

Comment