JAKARTA, EDISIINDONESIA.id – Ketua Harian DPP Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), Abdur Rajab Saputra, menyebut perjalanan politik Joko Widodo (Jokowi) sebagai bukti bahwa rakyat biasa memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin bangsa, termasuk menduduki kursi Presiden Republik Indonesia.
Menurut Abdur Rajab, keberhasilan Jokowi meniti karier politik dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga Presiden RI selama dua periode menunjukkan bahwa latar belakang keluarga bukan menjadi penentu seseorang untuk mencapai puncak kepemimpinan.
“Jokowi adalah bukti hidup bahwa rakyat biasa bisa jadi pemimpin. Beliau bukan anak politisi, bukan anak jenderal, bukan anak konglomerat. Beliau tukang kayu dari Solo, tetapi bisa menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden Republik Indonesia dua periode,” tegas Abdur Rajab Saputra.
Ia mengatakan, perjalanan Jokowi sejalan dengan semangat Marhaenisme yang diperjuangkan Bung Karno, yakni memberikan ruang dan kesempatan kepada rakyat kecil untuk memiliki peran dalam menentukan arah kepemimpinan bangsa.
Abdur Rajab juga mengingatkan generasi muda agar tidak merasa minder dengan latar belakang keluarga maupun kondisi ekonomi. Menurutnya, setiap anak bangsa memiliki kesempatan untuk tampil dan berkontribusi dalam dunia politik.
“Ini yang harus ditanamkan kepada anak muda Indonesia. Jangan minder karena lahir dari keluarga miskin. Jangan takut bermimpi karena tidak punya nama besar. Jokowi sudah membuktikan, di Indonesia semua orang punya kesempatan untuk jadi pemimpin,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa GPM ingin menjadikan kisah perjalanan Jokowi sebagai motivasi bagi kader muda di seluruh Indonesia untuk berani mengambil peran dalam politik dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Politik bukan monopoli keluarga politisi. Politik adalah milik rakyat. Jokowi membuka jalan itu. Tugas kita sekarang adalah memastikan jalan itu tetap terbuka untuk anak-anak petani, anak buruh, anak nelayan, dan anak-anak Marhaen di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Meski demikian, Abdur Rajab menekankan bahwa menjadikan Jokowi sebagai inspirasi bukan berarti mengultuskan sosok individu. Baginya, nilai yang perlu diteladani adalah kerja keras, kesederhanaan, serta keberpihakan terhadap kepentingan rakyat kecil.
“Yang kita ambil dari Jokowi adalah semangatnya. Semangat bahwa orang biasa yang bekerja dengan jujur dan tulus untuk rakyat, akan dipilih oleh rakyat. Itu Marhaenisme yang sesungguhnya,” pungkasnya. (**)
Comment