Ikuti Parade Mobil Hias dan Kirab Budaya Nasional di Kota Solo, Pemkab Bombana Tampilkan Replika Rumah Adat Kampiri

BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Lestarikan dan mempromosikan budaya tradisional, Pemerintah Kabupaten Bombana menampilkan replika rumah adat Kampiri pada parade mobil hias dan kirab budaya Dekarnas 2024 di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/5/2024).

Replika ini dibuat dengan sangat detail dan mendekati keaslian dari rumah adat yang sesungguhnya.

Setiap ornamen dan peralatan tradisional yang ditampilkan tidak hanya menjadi hiasan, tetapi juga membawa cerita dan nilai-nilai sejarah yang kaya. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas tentang pentingnya menjaga warisan budaya yang dimiliki.

Pemerintah Kabupaten Bombana meamerkan rumah adat Kampiri di tingkat nasional dalam rangka memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Rumah adat Kampiri khas suku Moronene adalah salah satu ikon budaya yang menonjol di Kabupaten Bombana.

Rumah tradisional ini tidak hanya sekadar bangunan, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai lumbung padi pada masa kerjaan. Struktur dan desainnya mencerminkan kehidupan masyarakat Moronene yang erat kaitannya dengan pertanian dan ketahanan pangan. Keberadaan rumah adat Kampiri menunjukkan bagaimana tradisi dan budaya setempat berperan penting dalam kehidupan sehari-hari dan sejarah masyarakat Bombana.

Melalui pameran ini, Pemkab Bombana berharap dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya lokal, sekaligus mempromosikan Kabupaten Bombana sebagai destinasi wisata budaya yang unik.

Dengan demikian, selain melestarikan warisan budaya, inisiatif ini juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata dan perekonomian lokal.

Untuk diketahui, parade mobil hias dan kirab budaya yang digelar merupakan rangkaian dari HUT Dekranas 2024. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ibu Negara Republik Indonesia Iriana Joko Widodo, serta dihadiri Ketua Umum Dekranas Wuri Ma’aruf Amin, para pejabat pemerintahan, budayawan, serta masyarakat umum.

Selain pameran rumah adat, acara ini juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung, seperti workshop kerajinan tangan, pertunjukan tari tradisional, dan kuliner khas Bombana. Para pengunjung dapat merasakan langsung keunikan dan kekayaan budaya Bombana melalui berbagai aktivitas tersebut.

Pameran ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya lokal, sekaligus mendorong sektor pariwisata di Kabupaten Bombana. Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya dan wisata lokal, Pemkab Bombana optimis dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. (*)

Comment