Dituding Aniaya Tahanan, Begini Penjelasan Kapolsek Baruga Korban Masih Keluarga

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kapolsek Baruga, AKP RJ Agung Pratomo angkat bicara soal beredar kabar kasus oknum anggotanya diduga menganiaya seorang tahanan dalam sel.

Agung membenarkan soal kejadian tersebut. Tahanan itu merupakan tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur yang ditangkap pada akhir Maret 2024. Ia mengungkapkan, oknum anggotanya yang melakukan penganiyaan itu menggunakan sebuah ketapel. 

“Iya memang benar ada kejadian ini oleh oknum anggota kami pake ketapel mengani perut tahanan ini yang berinisial ME,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, oknum anggotanya berbuat tindakan tersebut karena merasa kesal dan sakit hati. Sebab, korban anak di bawah umur yang dicabuli oleh ME, masih ada hubungan keluarga denganya.

“Kita sudah tanya yang bersangkutan, motifnya ungkapan kekesalan karena korban yang dicabuli oleh ME ini anak dari anggota Polisi di Polda Sultra dan juga masih keluarganya. Ini yang jadi alasannya, hubungan emosinal dengan si korban sebagai keluarganya,” ungkap Agung.

Terkait anggotanya dilapor ke Propam Polda Sultra, ia mengaku tidak melarang dan dianggap sebagai hak setiap warga neagara untuk melapor. 

“Kita serahkan sepenuhnya kepada Propam Polda Sultra untuk menyelidiki kasus ini lebih lanjut. Kami sebagai Polisi tetap profesional tidak mau ada anggapan bahwa kita mau intervensi,” ucapnya.

Agung menceritakan, tahanan berinisial ME ini disebut tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur yang ditangkap pada akhir Maret 2024. Tersangka mencabuli korban di sebuah kamar kos-kosan saat sedang beristirahat. 

“Undang-undang sudah menegaskan untuk kasus pencabulan anak di bawah umur ini menjadi penanganan skala prioritas. Sehingga kita langsung menahan tersangka. Dalam kasus ini tersangka ME dikenakan pasal pencabulan dan perlindungan anak di bawah umur dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya.(**)

Comment