KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kota Kendari pada bulan Februari 2024 ini sudah tidak lagi mengalami inflasi namun, di bulan ini mengalami deflasi.
Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup saat memberikan sejumlah arahan kepada ASN lingkup pemerintah Kota Kendari, saat memimpin apel, Senin (19/2/2024)
Arahan ini meliputi penaatan aturan, pemberian pelayanan kepada masyarakat, laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2023 hingga upaya penurunan angka inflasi.
Sementara itu, mengenai pelaksanaan APBD tahun 2024, Pj Wali Kota Kendari mengharapkan agar seluruh OPD agar melaksanakan langkah-langkah untuk mempercepat pelaksanaan APBD. Hal ini dimaksudkan agar realisasi penyerapan anggaran dapat maksimal dan tepat waktu.
“Saya menginginkan bahwa realisasi APBD kita itu bisa selesai di bulan Oktober sehingga November-Desember kita sudah berbicara untuk tahun anggaran selanjutnya,” ungkapnya.
Pj Wali Kota Kendari mengingatkan, bahwa realisasi ini juga memiliki pengaruh terhadap perekenomian di masyarakat. Sebab melalui anggaran pembangunan atau dari belanja-belanja pemerintah memiliki efek yang besar khususnya pada penyerapan tenaga kerja.
Terakhir, Pj Wali Kota Kendari mengapresiasi upaya pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan dan Kepala Sekolah mengenai upaya memanfaatkan halaman pekarangan untuk menanam komoditi tertentu yang menjadi penyumbang inflasi seperti cabai dan tomat.
“Saya minta laporannya pemanfaatan lahan kosong untuk bisa dimanfaatkan, jangan dibiarkan tumbuh ilalang. Lebih baik ditanami tanaman yang kiranya itu bisa bermanfaat dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat,” ujarnya.
Atas upaya ini, Kota Kendari pada bulan Februari 2024 sudah tidak lagi mengalami inflasi namun, di bulan ini mengalami deflasi. Selain itu, pemerintah Kota Kendari juga terus memantau ketersediaan bahan pangan jelang bulan suci Ramadhan. (**)
Comment