KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak masyarakat agar tidak memilih calon anggota legislatif perusak lingkungan.
Hal itu disampaikan Walhi Sultra merespon banyaknya alat peraga kampanye yang baliho dan poster caleg dipaku di pohon.
“Kami harap orang-orang yang akan menjadi wakil rakyat dan pemimpin ke depan, mereka yang mampu memberikan contoh yang baik, tidak melakukan tindakan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, serta tidak melakukan tindakan yang menghalalkan segala cara untuk memenangi pertarungan politik dalam pesta demokrasi rakyat lima tahunan,” tulis Walhi Sultra dalam keterangan resminya, Rabu (3/1/2024).
Dalam pantauan Walhi, sosialisasi dan kampanye para caleg saat ini, banyak yang secara sengaja melakukan perusakan lingkungan. Bahkan ada juga yang diduga telah dibiayai oleh perusahaan tambang yang selama ini dalam aktivitasnya telah merusak lingkungan dan sumber-sumber penghidupan masyarakat.
Selain itu baleho para caleg sangat memprihatinkan bagi lingkungan, banyak baleho-baleho yang dipaku di pohon dan membuat pohon menjadi rusak. Selain itu banyak juga baleho yang dipasang tidak beraturan yang membuat pemandangan Kota Kendari jadi tidak bagus.
Untuk itu, Walhi Sultra minta agar KPU dan Bawaslu segera turun menertibkan APK yang telah melanggar, tidak sesuai dengan aturan, dalam Pasal 70 PKPU No. 15 tahun 2023 jelas mengatur terkait larangan pemasangan APK, sehingga KPU maupun Bawaslu harus segara bertindak menertibkan APK-APK tersebut.
Walhi Sultra juga akan giat melakukan sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat terutama komunitas lokal, masyarakat adat, para petani maupun organisasi rakyat yang selama ini didampingi agar tidak memili calon legislatif maupun eksekutif yang berpotensi merusak dan mencemari lingkungan serta sumber-sumber penghidupan masyarakat. (*)
Comment