BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Pj Bupati Bombana Edy Suharmanto mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Zoom Meeting, Rabu (3/01/2024).
Rakor tersebut diikuti juga Sekretaris Daerah Bombana, Forkopimda, Kepala Organisasi Persngkat Daerah (OPD) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bombana.
Diinformasikan, inflasi nasional saat ini berada di angka 2,61 persen (yoy) atau masuk dalam kategori inflasi sedang, sedangkan inflasi bulanan mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen.
Inflasi tersebut disebabkan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok pada momen hari-hari besar keagaman nasional (HBKN), seperti puasa, lebaran, serta perayaan natal dan tahun baru. Penyumbang utama inflasi untuk bulan desember tahun 2023 yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau.
Pj Bupati Bombana menyampaikan, Rakor kali ini membahas kondisi cuaca dan proyeksi ke depan, seperti elnino yang masih terjadi walaupun dampaknya sudah tidak separah pada saat bulan Juni-Oktober 2023.
Selain itu, saat ini separuh wilayah Indonesia sudah masuk musim penghujan, dan puncak curah hujan diproyeksikan terjadi bulan juni tahun 2024. Akibat kondisi cuaca, musim tanam dan panen menurun dan diperkirakan puncak panen terjadi pada bulan April-Mei 2024, dan kemudian berjaga-jaga resiko panen pada saat curah hujan tinggi.
Berdasarkan Hasil rakor, diharapkan agar tiap daerah mengecek berapa stock dan kebutuhan yang diperlukan serta mengkoordinasikan bagaimana cara tim untuk membantu daerah-daerah yang dalam keadaan devisit, khususnya bawang yang sangat tergantung pada impor. Olehnya semua itu dibutuhkan keseriusan dalam penyebaran apakah benar yang diimpor sudah sampai atau tepat sasaran.
Selanjutnya perlunya koordinasi pada dinas terkait untuk mengecek daerah-daerah yang surflus untuk dapat bekerjasama dengan daerah yang mengalami inflasi, dan dibutuhkan pendampingan serius dalam penanganan inflasi ini. (**)
Comment