Debat Perdana Capres Dinilai Banyak Diwarnai Hal-hal yang Tidak Efektif

EDISIINDONESIA.id – Pengamat Hukum dan HAM IAIN Parepare, Rusdianto menilai, debat pertama ini banyak diwarnai hal-hal yang tidak efektif. Sebab, segmen banyak digunakan untuk saling singgung, atau bahkan melontarkan kalimat yang tidak sesuai dengan pertanyaan.

”Kalau kita melihat, sebenarnya ada beberapa hal yang melenceng dari tema debat pada malam hari ini. Memang terkesan ada pertanyaan yang sengaja diungkap untuk dijadikan jebakan. Misalnya tentang IKN, itu untuk mempertegas sikap Anies terhadap kelanjutan proyek IKN itu,” ujarnya.

Selanjutnya, secara umum dia menilai debat perdana ini bisa dijadikan sebagai acuan bagi para pemilih yang belum menetapkan arah pilhannya pada Pilpres mendatang.

”Setidaknya, kesimpulan dari debat pertama ini, pihak yang belum menentukan pilihan, mereka bisa memahami dan menangkap pada debat ini,” lanjutnya.

Kemudian, berkaitan dengan hukum dan HAM, banyak dijadikan sebagai arena saling serang. Bahkan kecenderungannya diarahkan kepada Prabowo. Namun sayangnya, Prabowo dianggap terpancing dengan hal itu.

”Saya tadi agak sedikit tergelitik dengan jawaban-jawaban. Misaknya isu soal HAM, Pak Prabowo itu cenderung sensitif. Seperti membuka lembaran lama Mas Anies dan sebagainya. Jawabannya banyak yang tidak kena dengan jawaban,” kata dia.

Rusdianto menilai, seharusnya panggung debat ini dijadikan sebagai arena untuk menyampaikan gagasan dan solusi atas berbagai.permasalahan. Namun sayangnya, justru dijadikan sebagai ajang pamer hasil kerja sektoral mereka.

”Justru debat ini banyak menyerang pemerintahan sekarang. Jawaban Mas Anies juga beberapa sudah tidak perlu dimunculkan karena itu sudah dipelajari secara teori oleh mahasiswa,” terangnya.

Diketahui, Debat perdana calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) dilaksanakan kemarin, Selasa, 12 Desember. Debat pertama ini bertema Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi. (edisi/fajar)

Comment