Antisipasi Gejolak Harga Jelang Nataru, Pemprov Sultra Gelar Rakor

KENDARI, EDISIINDINESIA.id – Jelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar rapat koordinasi (rakor) satuan tugas (satgas) pangan, Rabu (6/12/2023).

Rakor yang mengusung tema “langkah strategis satgas pangan dalam pengendalian inflasi daerah menjelang Nataru ini, dibuka oleh Sekda Sultra, diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, La Ode Fasikin.

Rakor tersebut bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait pelaksana pengawasan ketersediaan, distribusi, stabilisasi harga serta mengantisipasi gejolak harga terutama menghadapi Nataru.

Serta, mengoptimalkan tugas, fungsi satuan tugas pangan dalam pengendalian inflasi pangan yang melibatkan instansi terkait, serta memberi bahan masukan untuk menyusun kebijakan di tengah kondisi inflasi daerah serta langkah-langkah yang cepat, tepat dalam penanganannya.

La Ode Fasikin mengatakan, kegiatan tersebut dianggap penting dalam rangka pengendalian inflasi daerah serta dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis terutama dalam menghadapi perayaan Nataru.

Ia menyampaikan, secara nasional inflasi bulan November 2023 tercatat sebesar 2,86 (yoy) naik lebih tinggi dari bulan sebelumnya yaitu 2,56 persen pada bulan oktober 2023.

Adapun komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yoy yakni beras,angkutan udara, rokok kretek filter, mobil, cabe rawit dan secara month to month pada November terjadi inflasi gabungan 0,08 persen dengan penyumbang inflasi terbesar yakni angkutan udara, cabe rawit, emas, cabe rawit dan bayam.

“Kegiatan pemerintah daerah melalui dinas ketahanan pangan yang telah di lakukan adalah gerakan pangan murah, operasi pasar dan intens dalam memantau harga pasar serta perlu memastikan stok tercukupi dan harga bahan pangan terjangkau menjelang peringatan Nataru,” ungkapnya.

Sehingga ia berharap melalui rapat koordinasi satgas ketahanan pangan ini dapat mengambil langkah-langkah strategis dan bersinergi dengan TPID untuk melakukan kegiatan yang bisa mencegah terjadinya Panic Buying.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto mengatakan rakor itu sangat penting, untuk memetakan, memitigasi dan merumuskan langkah-langkah terkait dengan ketersediaan pangan dan keterjangkauan pangan.

“Apalagi menjelang hari besar keagamaan nasional ini biasanya terjadi fluktuasi harga dibeberapa komoditas sudah mengalami kenaikan,” ujarnya.

“Inilah tugas dari satuan tugas ketahanan pangan ini, harus bisa mengambil peran, langkah-langkah aksi dan langkah-langkah nyata yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi gejolak yang ada di lapangan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, turut hadir dalam rakor tersebut Perwakilan OPD Lingkup Pemprov, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kota se-Sultra, Karantina Pertanian Kendari.

Kemudian, Satgas Pangan Polda Sultra dan Pejabat terkait. Serta hadir sebagai Narasumber yakni Deputi Kepala BI Sultra, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sultra dan Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik. (**)

Comment