Tular Nalar Gelar Sekolah Kebangsaan bagi Pemilih Pemula di IAIN Kendari

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemilih pemula menjadi potensi besar dalam periode kontestasi Pemilu 2024, sehingga Tular Nalar berinisiatif untuk melaksanakan Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 3.0 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari.

Giat yang diprakarsai Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) ini dilaksanakan oleh Mitra Tular Nalar bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Al-Qur’an IAIN Kendari.

Dalam kegiatan ini, ada 10 Fasilitator Tular Nalar yang akan melatih 100 orang peserta mahasiswa lintas program studi di IAIN Kendari yang merupakan calon pemilih pemula.

Fokus kegiatan ini adalah untuk menghindari hoaks yang menjadi tantangan besar dalam arus informasi khususnya menghadapi Pemilu 2024. Dengan tagline kegiatan #GenZBisaMilih dan tagline lokalnya “Inaku Ana Kandari, Okino Pekaarii aku bawo ta manasa”.

Para peserta dibekali cara berpikir kritis agar dapat mengetahui faktor terjadinya hoaks dan cara menghadapinya dengan cerdas agar tidak terjebak bahkan terjerat sanksi hoaks yang bukan hanya sanksi sosial tetapi juga sanksi pidana.

Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Dr. Muh. Shaleh, mengawali sambutannya dengan bernostalgia tentang kesannya sebagai pakar yang ditugaskan sebagai tim seleksi komisioner KPU Kabupaten / Kota di Sulawesi Tenggara 5 tahun lalu.

“Kepemiluan penting bagi semua mahasiswa sebagai warga negara, apalagi di era disrupsi seperti sekarang para mahasiswa harus dibekali ilmu menangkal informasi hoaks. Oleh karena itu, kami sangat mendukung kegiatan ini dan menyampaikan terima kasih kepada semua panitia khususnya Kaprodi IAT,” ungkapnya.

Sosialisasi Pemilu dan pengetahuan tentang Demokrasi menjadi materi awal sebelum dilaksanakannya pelatihan Tular Nalar. Hal ini menjadi modal besar bagi peserta khususnya informasi terkait data dan teknis kepemiluan yang perlu diketahui oleh pemilih pemula.

PIC kegiatan yang merupakan Mitra Tular Nalar, Dr. Akbar Haseng menyampaikan bahwa Sekolah Kebangsaan Tular Nalar sejatinya adalah kegiatan sekolah literasi digital yang merupakan target utama Tular Nalar di tahun ini.

Tular Nalar yang telah melaksanakan berbagai kegiatan pelatihan literasi digital sejak tahun 2020 telah melatih lebih dari 550.000 orang dari berbagai kalangan mulai dari siswa, mahasiswa, pendidik, dan bahkan lansia.

“Semoga kegiatan ini benar-benar bisa menjadikan mahasiswa IAIN khususnya sebagai pemilih cerdas seperti taglinenya dan berkontribusi terhadap kesuksesan Pemilu menuju Indonesia maju,” pungkasnya.

Sementara itu, Fasilitator Syahrul Mubarak mengatakan untuk menghadapi Generasi Z atau Zoomer menjadi referensi tambahan bagi pihaknya agar bagaimana bisa menjelaskan bahwa Politik dan Pemilu adalah keharusan sehingga tidak boleh apatis apalagi tidak menyalurkan pilihan (Golput).

Kata dia, materi kegiatan itu menjelaskan tentang Pemilu, Demokrasi, Berpikir Kritis, Penginderaan Hoaks yang dikenal dengan istilah Kacau IDE (Kacau Isi, Kacau Diri dan Kacau Emosi) dan juga sanksi atas penyebaran hoaks.

“Semua materi ini kami dapatkan ketika mengikuti TOT Fasilitator Tular Nalar,” katanya.

Salah satu testimoni dari peserta yang merupakan Mahasiswa Prodi IAT Semester III, Zahratul Hayah mengatakan setelah mengikuti Sekolah Kebangsaan tersebut, ia jadi jauh lebih tahu tentang Pemilu, Demokrasi, utamanya tentang Hoax.

“Apalagi kami sebagai pemilih pemula dibekali untuk bisa lebih siap menghadapi Pemilu 2024 sebagai pemilu pertama kami dan yang paling berkesan itu seluruh materi disampaikan dengan cara yang sangat menarik, seru, ada quiz, games dan hadiah dan tentunya didampingi oleh fasilitator-fasilitator hebat,” bebernya.

Untuk diketahui, kegiatan yang didukung oleh Google.org ini sukses dilaksanakan dan mendapatkan testimoni dan kesan mendalam kepada peserta. Keseruan Sekolah Kebangsaan bahkan ditutup dengan kuiz dan pembagian sejumlah hadiah menarik kepada peserta. (**)

Comment