KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sejumlah daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai diguyur hujan beberapa hari yang lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio mengatakan beberapa hari lalu hujan mengguyur sejumlah daerah di Sultra meskipun tidak deras atau dengan intensitas kecil. Meskipun saat ini kekeringan akibat fenomena El Nino melanda hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Sultra.
“Kan kita ini daerah tropis, daerah hujan itu yang hutannya masih cukup lebat, walaupun kemarau tetapi di beberapa daerah itu masih ada hujan walaupun hujannya tidak banyak, tidak lebat,” katanya, Selasa (17/10/2023).
Asrun menyampaikan sekiranya ada 219 hektare lahan pertanian di sejumlah tempat di Sultra mengalami kekeringan, beberapa tempat itu seperti di Kabupaten Bombana dan Konawe.
Namun selama kekeringan melanda, pihaknya telah melakukan pompanisasi untuk meminimalisir fuso atau gagal panen akibat kekeringan.
“Kita punya teknologi untuk mengatasi itu, misalnya dengan melakukan pengairan atau pompanisasi untuk mendatangkan air di lokasi yang kekeringan. Bahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana kita juga sedang melakukan percepatan pompanisasi agar lebih cepat lagi di daerah yang sedang terdampak,” bebernya.
Terpisah, Kepala BMKG Sultra, Sugeng Widarko mengatakan berdasarkan pantauan dari citra satelit himawari GSMAP (Global Satellite Mapping of precipitation) memang benar pada tanggal 14 Oktober 2023 beberapa wilayah Sultra mengalami hujan dengan intensitas ringan (0.5 – 20 mm/hari).
Wilayah tersebut antara lain sebagian Kabupaten Kolaka, Konawe, Konawe Selatan (Angata), Kolaka Utara, serta Kolaka Timur.
“Hal ini dapat dipicu oleh anomali suhu muka laut di sekitar perairan Teluk Bone serta adanya gelombang atmosfer Rossby Ekuator yang sedang aktif di wilayah Sultra,” pungkasnya. (**)
Comment