KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Puluhan penyandang disabilitas menerima pembelajaran terkait kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (4/10/2023).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra, Muhammad Yusup mengatakan pembelajaran bagi penyandang disabilitas tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) nasional 2023.
PRB nasional 2023 ini akan dipusatkan di Sultra dengan beberapa rangkaian kegiatan yang salah satunya telah di mulai, dengan puncak acara pada 11 Oktober dan akan berakhir hingga 15 Oktober 2023.
“Pembelajaran bagi penyandang disabilitas karena kita menganggap bahwa persoalan kebencanaan ini merupakan persoalan bersama oleh karena itu kita memberikan pembelajaran soal kebencanaan,” ujarnya,
Sementara itu, Training & Capacity Transfer Coordinator, ASB Indonesia and the Philippines, Rani Sawitri mengatakan pelatihan ini sebagai dasar bagi fasilitator, khususnya terkait dengan penanggulangan bencana yang inklusif.
“Ini semacam pre-event di mana ASB Indonesia filipiness bekerja sama dengan Pusdiklat BNPB menyelenggarakan pelatihan ini selama 5 hari,” ujarnya.
Ia menyebut pelatihan terbuka bagi siapa saja, khususnya para penyandang disabilitas. Bahkan melihat antusiasme yang mendaftar, dari kuota yang diterima sebanyak 20 orang, sebelumnya para pendaftar mencapai 160 orang.
Pelatihan ini sendiri bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi peserta terkait dengan Penanggulangan Bencana (PB) inklusi.
Juga mempersiapkan secara pengetahuan, keterampilan dan sikap bagi peserta untuk nantinya bisa menjadi fasilitator.
“Jadi semacam mereka bisa mendeskripsikan atau menyebarluaskan PB inklusi ini ke berbagai kalangan, tidak hanya lembaga, tapi juga ke instansi,” kata Rani.
“Ini juga didukung dari berbagai elemen masyarakat mulai dari pemerintah, LSM juga terlibat dan juga dari organisasi penyandang disabilitas salah satunya Persatuan Tunanetra Indonesia atau pertuni khususnya di Sultra dan beberapa perkumpulan lainnya peserta ini tidak hanya dari Sulawesi Tenggara tapi juga hadir dari Sulawesi Barat, Sulawesi Utara bahkan ada yang dari Jogjakarta,” tambahnya menjelaskan. (**)
Comment