Pasca Pandemi Covid-19, Sultra Jadi Daerah dengan Angka Peningkatan Wisnus Tertinggi di Indonesia

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi daerah dengan angka peningkatan wisatawan nusantara (wisnus) tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 408,32 persen pasca pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Belli Harli Tombili mengatakan, bahwa peningkatan tersebut merujuk dari data Mobile Positioning Data (MBD) yang di himpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Di mana perjalanan wisnus di Sultra pada tahun 2021 sekitar 2,5 juta, meningkat menjadi 12,78 juta perjalanan wisata pada 2022.

“Itu tertinggi se-Indonesia, 400 persen peningkatannya, kalau Sulawesi Selatan baru sekitar 300 persen, daerah lain ada yang stagnan, ada yang tumbuh hanya di angka 20 sampai 30 persen,” kata Belli Harli Tombili, Jumat (22/9/2023).

Ia menyebut, dari 12,78 juta pergerakan wisnus di Sultra pada tahun 2022 itu, sekitar 62 persen atau 7,5 juta diantaranya merupakan wisatawan dari luar daerah yang berkunjung di Sultra.

Sedangkan 38 persen sisanya merupakan wisatawan lokal yang bergerak antar kabupaten kota di Sultra.

Belli menyampaikan alasan kunjungan para wisnus di daerah Sultra tersebut diantaranya karena wisata bahari, wisata kuliner, ada pula yang tertarik dengan wisata petualangan, dan wisata perkotaan.

Selain itu, saat ini juga ada yang sedang trend yakni desa wisata. Di mana saat ini (September 2023) tercatat 298 desa dari total 1.908 desa di Sultra telah menjadi bagian dari jaringan desa wisata.

“Data ini juga akhirnya menghapus stigma bahwa Sultra bukan lagi tempat “jin buang anak”, sekarang Sultra telah menjadi daerah tujuan wisata. Orang yang berkunjung di Sultra dengan semua alasan apakah mau bisnis, berwisata atau mengunjungi keluarga itu semua termasuk,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Belli juga membeberkan jika Sultra kembali melampaui target pergerakan wisnus pada program Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia Bangga berWisata di Indonesia (BBI BWI) untuk Sultra.

Di mana, Sultra ditargetkan mencapai 6,6 juta perjalanan wisata sebagai salah satu tuan rumah dari 9 provinsi di Indonesia yang terlibat.

Sementara angka pergerakan wisnus di Sultra telah mencapai 7,5 juta perjalanan wisata di semester pertama tahun ini. Ia memprediksi sampai akhir tahun ini Sultra bisa mencatat hingga 16 juta perjalanan wisata di Sultra.

“Kuncinya yang penting adalah inflasi harus stabil, terutama terkait dengan bahan bakar dan kita tahu sendiri kalau mau mobilisasi pasti membutuhkan bahan bakar. Kemudian juga kami harapkan semakin banyak dan memperbaiki infrastruktur antar kabupaten di Sultra,” tutupnya. (**)

Comment