KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Bupati Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ruksamin memperkenalkan nilai-nilai adat dari Kabupaten Konut berupa Konasara hingga ke mancanegara.
Hal tersebut Ruksamin lakukan saat menjadi pembicara dalam seminar serantau terkait isu kemasyarakatan, dengan mengangkat tema, transformasi inovasi meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan masyarakat di era society 5.0.
Giat yang diinisiasi oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari ini, selain menghadikan Bupati Konut sebagai pembicara, juga menghadirkan Direktur IPSAS Malaysia yakni Haslinda Abdullah, Rektor Universitas Abulyatama Aceh Agung Efriyo dan Rektor Universitas Teuku Umar, Ishak Hasan.
Dalam momen tersebut Bupati Konut Ruksamin juga memberikan cendramata Konasara yang merupakan simbolisasi dari Kabupaten Konut kepada pembicara lainnya, Rektor UHO Kendari, Muhammad Zamrun Firihu dan Dekan Fisip UHO Kendari, Eka Suaib.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa diundang dalam seminar mengenai masalah isu-isu Serantau,” kata Ruksamin saat ditemui usai menjadi pembicara dalam seminar tersebut.
“Begitu bersyukurnya saya di momen ini, kita bisa pertama sejajar dengan para profesor, rektor-rektor semua. Itu suatu kebanggaan,” tambahnya.
Ruksamin mengatakan, bahwa dalam giat tersebut ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk memperkenalkan nilai-nilai adat dari Kabupaten Konut.
“Saya juga tidak lupa bahwa nilai-nilai adat yang dari Konawe Utara yang saya titip sudah sampai di Malaysia, Konasara itu sudah sampai disana, saya bagikan kepada mereka semua sekaligus saya sampaikan pesannya Konasara apa,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UHO Kendari, Muhammad Zamrun Firihu mengatakan bahwa seminar tersebut membahas tentang isu-isu komunitas terkait kesejahteraan di Indonesia maupun di Malaysia.
“Tujuannya agar wawasan mahasiswa dan pola pikirnya bisa segera terbuka untuk melihat pendidikan dan dunia penelitian melalui informasi yang diberikan dari berbagai narasumber yang berasal dari Indonesia maupun Malaysia,” pungkasnya.
Sementara itu, Dekan Fisip UHO Kendari, Eka Suaib mengatakan follow up dari kegiatan seminar ini yakni melakukan pertemuan di Universitas Putra Malaysia untuk menindaklanjuti kegiatan yang telah dilaksanakan di tahun ini.
Selain itu pada 22 September 2023 mendatang, akan ada kolaborasi pengabdian internasional antara beberapa perguruan tinggi Indonesia yang hadir dan perguruan tinggi Malaysia.
“Untuk lokasi pengabdian internasionalnya berada di Tapulaga,” katanya.
Pengabdian internasional ini akan membahas terkait pembangunan pariwisata. Karena berdasarkan hasil diskusi, kekayaan SDM itu tidak bisa diandalkan untuk kemajuan pembangunan, namun harus didorong dengan pembangunan pariwisatanya.
“Kita mendorong masyarakat agar masyarakat yang berada di dalam kawasan pariwisata dapat berpartisipasi dalam pembangunan pariwisata, sehingga hasilnya akan menjadi lebih baik,” tutupnya. (**)
Comment