SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di Bawah Pengawasan Ombudsman

EDISIINDONESIA.id – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menegaskan komitmennya untuk mengawal secara penuh pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 guna memastikan proses berjalan transparan, adil, dan bebas diskriminasi.

Anggota Ombudsman Nuzran Joher Nuzran mengatakan pengawasan akan dilakukan pada seluruh tahapan pelaksanaan, mulai dari prapelaksanaan, pelaksanaan, hingga pascapelaksanaan.

“Ada tiga tahapan yang diawasi oleh Ombudsman, yaitu prapelaksanaan, pelaksanaan, dan pascapelaksanaan,” ujar Nuzran dalam keterangannya dikutip dari Antara, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, Ombudsman terus berupaya memberikan kontribusi melalui fungsi pengawasan yang dilakukan setiap tahun terhadap proses penerimaan murid baru di berbagai daerah.

Sepanjang 2025, Ombudsman menerima sebanyak 194 laporan masyarakat terkait pelaksanaan SPMB. Temuan tersebut menjadi dasar bagi lembaga tersebut untuk menyampaikan sejumlah rekomendasi perbaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), serta pemerintah daerah.

Rekomendasi itu ditujukan untuk memperkuat tata kelola penerimaan murid baru agar lebih akuntabel dan berpihak pada prinsip keadilan.

Sebagai bentuk penguatan pengawasan, Ombudsman bersama Kemendikdasmen dan sejumlah kementerian serta lembaga negara menandatangani Komitmen Bersama SPMB Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 pada 21 Mei 2026 di Jakarta.

Penandatanganan tersebut melibatkan berbagai institusi, mulai dari DPR, DPD, Kantor Staf Presiden, Kemendagri, Kementerian Agama, Kementerian Sosial, hingga aparat penegak hukum seperti Polri, Kejaksaan Agung, dan KPK.

Nuzran menilai langkah tersebut menjadi kemajuan penting karena menunjukkan adanya kesepahaman lintas lembaga untuk mewujudkan pelaksanaan SPMB yang inklusif, transparan, akuntabel, dan anti-diskriminasi.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut keterlibatan berbagai lembaga menjadi bukti kuatnya dukungan dalam menciptakan sistem penerimaan murid baru yang lebih baik.

“Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dukungan secara personal maupun kelembagaan untuk memastikan SPMB berjalan sebaik-baiknya,” kata Abdul Mu’ti.

Jadwal SPMB 2026

Tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dimulai sejak April hingga Mei 2026 melalui proses prapendaftaran, sosialisasi, aktivasi akun, serta verifikasi dokumen. Selanjutnya, pendaftaran jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi dijadwalkan berlangsung pada awal hingga pertengahan Juni 2026.

Adapun pendaftaran jalur domisili atau zonasi diperkirakan dibuka pada pertengahan hingga akhir Juni 2026.

Proses pengumuman hasil seleksi, daftar ulang, hingga masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni hingga awal Juli 2026.

Meski demikian, jadwal terperinci pelaksanaan SPMB dapat berbeda di setiap daerah karena mengikuti petunjuk teknis yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat.

Untuk wilayah Jakarta, misalnya, proses pendaftaran dan pemilihan sekolah secara daring diperkirakan berlangsung mulai pertengahan Juni hingga awal Juli 2026 sesuai jenjang pendidikan dan jalur penerimaan yang dipilih. (edisi/bs)

Comment