Tak Terima Keluarganya Meninggal Dunia, Perawat di RSUD Kendari Jadi Korban Penganiayaan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kejadian memilukan kembali terjadi di kalangan tenaga medis. Kali ini terjadi di profesi perawat di RSUD Kota Kendari menjadi korban penganiayaan oleh salah satu keluarga pasiennya.

Perawat itu bernama Elking Andrianto Latif. Dirinya dianiaya disaat sedang berusaha memberikan pertolongan medis terbaik kepada pasien yang sudah kritis.

Menurut Elking kejadian itu bermula ketika ia yang bertugas jaga malam mendapatkan pasien dari rekannya bertugas jaga sore. Saat itu pasien sudah kondisi dibantu dengan alat pernapasan.

“Saat kami melakukan penanganan sekitar setengah jam. Kondisi pasien sudah mulai membaik dengan memberikan bantuan pernapasan menggunakan oksigen,” kata Elking kepada awak media saat ditemui, di RSUD Kota Kendari, Kamis (25/5/2023).

Setelah itu, Elking mengutarakan. Sekitar satu jam kondisi pasien kembali memburuk ditandai dengan tanda-tanda vital menurun. Namun, Salah satu keluarga pasien datang menghampiri rekannya dengan mengatakan apakah pasien tersebut bisa diberi makan dan minum.

“Terus rekan saya yang juga bertugas malam bilang tidak bisa diberi makan dan minum kalau kondisinya seperti ini, sebab pasien nafasnya terhenti. Lalu kami kembali memberikan bantuan pernapasan,” jelasnya.

“Begitu kami ingin memberikan pertolongan selanjutnya kepada pasien dengan memberikan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) justru pihak keluarga pasien menolak untuk dilakukan tindakan tersebut,” sambungnya.

Kemudian, Elking bersama dengan rekan jaganya melakukan perekaman EKG atau elektrokardiogram untuk memastikan apakah masih ada tanda-tanda pasien tertolong. Hasil perekaman EKG menunjukkan bahwa pasien telah meninggal dunia.

“Kami sudah menjelaskan kepada keluarga pasien bahwa pasien telah meninggal dunia. Lalu kami juga meminta izin untuk melepas alat-alat kesehatan yang ada ditubuh pasien,” imbuhnya.

Pada saat itulah, Elking menambahkan ada anak- anak pasien yang sedang memeluk pasien. Namun salah satu anak pasien yang menjadi pelaku penganiayaan langsung mengucapkan ‘siapa yang larang minum tadi’, sembari menarik tangan Elking dan memukulnya pada bagian belakang telinga.

“Di saat itu saya merasa pusing, kesakitan dan saya bergegas keluar menyelamatkan diri, sebab kondisi dalam ruangan sudah keluarga pasien,” pungkasnya.

Akibat kejadian itu, Elking dengan mendapatkan pendampingan hukum dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke pihak Polresta Kendari. (**)

Comment