Warga Abuki Tagih Janji Ali Mazi untuk Perbaiki Infrastruktur Jalan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Puluhan tahun jalan berstatus provinsi yang menghubungkan Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe dengan Kabupaten Kolaka Timur dibiarkan rusak dan tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Akibatnya, jalan tersebut semakin hari semakin sulit dilalui kendaraan, terlebih jika memasuki musim hujan, karena rusaknya infrastruktur jalan tersebut.

Gubernur Sultra, Ali Mazi pernah datang di Kecamatan Abuki, tepatnya di Kelurahan Abuki saat kampanye Pilgub Sultra 2017 lalu, dalam pertemuan dengan warga dirinya berjanji, jika terpilih dan memimpin Pemerintahan di Provinsi Sultra akan membenahi infrastruktur jalan provinsi yang rusak di Kecamatan Abuki. Namun, hingga kini janji tersebut tidak kunjung direalisasikannya.

Warga yang sudah tidak tahan dengan kondisi jalan rusak, akhirnya mengelar aksi memblokir jalan Provinsi di jalan poros Kecamatan Abuki, Selasa (16/5/2023).

Dalam tuntutannya, warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kecamatan Abuki mendesak Pemerintah Provinsi segera memperbaiki jalan tersebut.

Warga meminta dinas terkait tidak hanya meninjau kerusakan jalan, namun segera memperbaiki atau mengeksekusi perbaikan jalan provinsi poros Abuki-Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).

Aksi demonstrasi yang dipimpin Erik Supiat dan Dendi Aditia selain menyoroti kerusakan infrastruktur jalan provinsi yang tak kunjung diperbaiki pemerintah provinsi tersebut, keduanya menilai pemerintah provinsi sengaja membiarkan warganya khususnya di Kecamatan Abuki dan kecamatan lain yang dilintasi jalan provinsi tersebut menderita akibat kerusakan jalan.

“Pemerintah sengaja membiarkan kami menderita akibat kerusakan jalan, seolah menutup mata agar tidak melihat adanya kerusakan jalan provinsi yang rusak di Kecamatan Abuki,” tegasnya.

Kerusakan jalan tersebut, membuat Kecamatan Abuki dikenal dengan sebutan Wisata Jalan 1000 Lubang. Karena banyaknya jalan berlubung yang dilalui warga saat melintas.

Tidak hanya itu, akibat jalan rusak banyak menelan korban, tidak sedikit warga mendapatkan penanganan kesehatan yang diakibatkan rusaknya jalan tersebut.

Efek dari kerusakan infrastruktur jalan juga membuat berbagai hasil pertanian dan perkebunan yang dihasilkan dari Kecamatan Abuki kurang lancar dibawa keluar untuk dipasarkan.

“Sudah 20 tahun jalan provinsi di Kecamatan Abuki tidak ada penanganan masif dari Pemprov,” jelasnya.

Jalan Provinsi di Kecamatan Abuki merupakan satu-satunya akses jalan yang menghubungkan lima kecamatan bagian barat Kabupaten Konawe ke ibukota kabupaten, dan juga salah satu jalan yang menghubungkan warga yang berada di Kabupaten Kolaka Timur.

“Mestinya ini yang mendapatkan perhatian khusus pemprov, apalagi 5 kecamatan bagian barat Konawe adalah lumbung padi,” katanya.

Selama aksi demonstrasi, warga memblokade poros. Akibat jalan yang diblokade tersebut, pihak kepolisian kemudian bertemu dan meminta warga agar bisa membuka blokade jalan.

Polsek Abuki pun berjanji untuk memfasilitasi dan mengawal warga tetap aman untuk menyalurkan aspirasinya dan warga yang melintasi jalan juga tidak terganggu. (**)

Comment