Hasil Pantauan Hilal di 4 Wilayah, Papua-Sulsel-Jakarta dan Aceh Besar Belum Terlihat

Ilustrasi pemantauan hilal. (Foto:Freepik.com)

EDISIINDONESIA.id – Sejumlah pemantauan hilal dilakukan disejumlah daerah di tanah Air guna menentukan jatuhnya 1 Syawal 1444 Hijriah atau penentuan hari Lebaran.

Berdasarkan hal itu Edisi indonesia melansir dari sejumlah pemberitaan merangkum empat daerah dari tiga zona waktu, yakni Sorong Papua, Takalar Sulawesi Selatan, Jakarta serta Aceh.

Berdasarkan pantauan itu di Sorong sendiri sebagai daerah dengan waktu tercepat (WIB) hasil pantauan Tim Pengamat Meteorologi dan Geofisika Sorong, Papua Barat Daya menyatakan hilal masih berada pada ketinggian 1,8 derajat.

Pantauan hilal dilaksanakan di lantai 4 Waigo Hotel, Jalan Yos Sudarso, Kampung Baru, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (20/4/2023) sekitar pukul 17.30 WIT.

Sementara di Takalar, Sulawesi Selatan Kementerian Agama Sulsel menyatakan belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) sebab masih dalam ketinggian 1 derajat.

Sementara Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta mengumumkan hilal tidak terlihat dalam pemantauan di Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Jakarta Barat, Kamis (20/4/2023).

Ketua Lembaga Falakiyah PWNU DKI Abdul Kholik Soleh menyebut hilal tidak terlihat karena adanya awan tebal.

“Yang tadi sore cuaca cerah, namun ketika matahari huruk tepatnya pukul 17.01, 17.51, sampai 17.59 ternyata tertutup oleh awan tebal,” kata Abdul dalam konferensi pers, Kamis.

Hal yang serupa juga terjadi di Aceh Besar, dari 6 titik lokasi pemantauan diputuskan jika hilal belum memenuhi syarat.

Saat ini sidang isbat sementara dilangsungkan, sejumlah pihak dihadirkan masing-masing adalah Komisi VIII DPR RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga perwakilan ormas-ormas Islam. Sidang isbat dilaksanakan di Gedung Kemenag RI, Jakarta Pusat. (EI)

Comment