KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Rumah Qur’an dan Pusat Kajian Wanita Islam hadir di Kota Kendari dan akan menjadi pusat pembelajaran Al-Qur’an baik untuk anak muda, generasi milenial maupun Ibu-ibu muslimah.
Rumah Qur’an tersebut diresmikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) KH Mursyidin didampingi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Pemkot Kendari Andi Dajeng, Senin (17/4/2023) sore.
Rumah Quran dan Pusat Kajian Wanita Islam ini berada di Jalan Supu Yusuf, Nomor 3, Kelurahan Lahundape, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu dalam hal ini diwakili Staf Ahli Kemasyarakatan Andi Dajeng, mengatakan bahwa Rumah Qur’an tersebut tidak hanya di peruntukan bagi wanita islam, namun juga di peruntukan bagi muslimah pada umumnya.
“Wadah ini diharapkan menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan sehari-hari pada konteks beragama dan berbangsa,” harapnya.
Terpisah, Ketua Pimpinan Wilayah Wanita Islam Sultra, Waode Siti Muawiyah, kehadiran Rumah Qur’an dan Pusat Kajian Wanita Islam bertujuan untuk mempercepat pemahaman Al-Qur’an dikalangan masyarakat.
“Rumah Qur’an tidak hanya terpusat ditempat ini saja, kita juga akan membuka tempat seperti ini di beberapa wilayah di Bumi Anoa untuk memperluas pembelajaran Al-Qur’an, semoga Al Quran menjadi way of life masyarakat muslim khususnya di Sultra,” ungkapnya.
Kata dia, Rumah Quran akan dijadikan pusat kajian seperti kajian syariat, hakikat, kajian tahsin, tajwid, tafakur. Dengan harapan bisa membawa kesejukan bagi generasi milenial dan wanita muslimah yang datang ke tempat tersebut untuk bersama-sama menimba hal-hal baik.
Lanjut, untuk mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) di Rumah Qur’an, pihaknya telah menyiapkan tenaga pengajar atau instruktur profesional, yang sudah pernah dilatih oleh Kementerian Agama RI di Jakarta, melalui program sejuta guru mengaji Indonesia.
“Kemudian kami juga sudah pernah dilatih oleh syech dari Mesir yang kami datangkan pada tahun 2019 lalu,” katanya.
Kader-kader itu akan menjadi pelatih di Rumah Qur’an dan dipandu oleh syech dari Mesir yang berpusat di Solo secara online, juga yayasan Tasmi Quran yang berpusat di Bogor.
“Lembaga ini menjadi satu-satunya dirintis oleh asli orang Sultra yang mengembangkan pusat Tahfiz Qur’an dan juga akan mengajari kita secara online,” bebernya.
Muawiyah mengatakan, untuk bisa mengikuti tahsin di rumah Qur’an yang baru diresmikan ini tidak ada syarat khusus dan terbuka bagi wanita muslimah tanpa dipungut biaya
“Bahkan kita juga lengkapi terapi bagi yang kurang enak perasaannya, sakit kepala, totok, terapi bekam, terapi energi, dan bahkan kita latih Ibu-ibu untuk bisa terapi dirinya sendiri dan keluarganya,” tutupnya. (Irna)
Comment