EDISIINDONESIA. id – Anggapan jika medsos lebih cenderung unfaedah tampaknya harus dipikirkan ulang. Fenomena yang terjadi dewasa ini (digitalisasi) membuat medsos justru banyak digunakan sebagai ruang promosi produk ataupun sebaliknya, protes atas produk dan layanan, entah itu dari perusahaan distributor ataupun BUMN, pemerintah sekalipun.
Seperti dalam sebuah unggahan viral @sosmedkeras di twitter Senin 10 April 2023 hari ini.
Salah satu akun @Vasle yang gak mau ribet lantas nimbrung dalam unggahan tersebut. Sembari melayangkan tag pada salah satu Costumer Service salah satu bank plat merah.
“Hello @BN* dan BN*customerservice untuk transfer ke pendapatan negara kenapa tidak ada di menu transfer atau virtual account? tulis @Vasle yang seolah protes.
Tak berselang lama, akun twitter bank yang bersangkutan merespon dan menjawab keluhan @Vasle.
Tak hanya itu, warga lainnya yang mengeluh soal tiket mudik kereta apai yang cepat habis juga melakukan hal yang sama.
Nimbrung di postingan Viral sambil protes dengan menyertakan tag @PTKAI.
Nurhayati Arfah yang merupakan pegiat media sosial mengatakan, fenomena ini sebenarnya bermula dari pemanfaatan media sosial untuk promosi dagang para pelaku usaha.
“Kan banyak tuh promosi-promosi dagang yang biasa nimbrung ke postingan-postingan viral. Nah bermula dari situ. Sekarang jadi berkembang, apalagi kalau yang malas ke gerai atau toko dan kantor pemasaran. Yah lebih efektif di medsos yah kan,” ungkapnya.
Tak hanya itu pelayanan yang ribet dan juga kadang bermental birokrat (mempersulit) membuat netizen lebih memilih melakukan cara-cara seperti itu.
Tidak lain, kata Nurhayati agar perusahaan yang jadi sasaran protesnya bisa memberi pelayanan atau jawaban yang memuaskan.
“Yah kan kalau gak memuaskan, banyak netizen nyinyir yang bisa saja malah menjadi bumerang bagi perusahaan yang ditag yah kan,” Ujarnya.
Atas fenomena ini, lanjut Nurhayati seharusnya Mahasiswa dapat terilhami.
Menggunakan cara-cara seperti ini namun lebih efektif tentu jauh lebih baik dari pada aksi langsung yang mudah dibenturkan dengan warga atau oknum di lapangan.
“Saya kira algoritma ini yang harus dipake Mahasiswa. Apa misalnya yang mau disampaikan. Medsos kan sekarang sudah lebih efektif untuk menjangkau siapa saja. Sisa gunakan tag, semua beres. Akan sampai ke sasaran,” pungkasnya. (Redaksi)
Comment