MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs Lotharia Latif, dan Wakapolda, Brigjen Pol Stephen M Napiun, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Mapolres Pulau Buru, Kota Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, Sabtu (1/4/2023).
Kunjungan di Kota Namlea Irjen Pol Lotharia Latif ini merupakan kali kedua, sebelumnya datang untuk bersilaturahmi dengan keluarga almarhum Mede Nurlatu, korban penembakan oknum Brimob, berinisial Bripka AB, di area tambang emas Gunung Botak, Sabtu 29 Januari 2022 lalu. Kunker itu diselenggarakan, Minggu 30 Januari 2022 lalu.
Kali ini, Kapolda Maluku datang karena kejadian jatuhnya kontener di Pelabuhan Laut Namlea yang diduga ada zat berbahaya yang sedang ditangani Polres Pulau Buru dan Polda Maluku saat ini.
Pasalnya, kontener tersebut diduga berisi Bahan berbahaya dan beracun (B3) jenis sianida (CN), Kotiks dan kapur untuk olahan tambang emas ilegal di Gunung Botak yang tajuh pada Selasa, 28 Maret 2023 lalu.
Peti kemas yang dikirim Fadly dari Makassar, Sulawesi Selatan dan yang menerima di Namlea juga Fadly dengan kapal PT Pelni KM Doloronda ini salah satunya jatuh ke laut serta dua lainnya diturunkan di Pelabuhan Yos Soedarso Ambon.
Kunjungan orang nomor satu di Polda Maluku ini disambut hangat oleh Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja dan jajarannya di Mapolres Pulau Buru.
Irjen Pol Lotharia Latif datang melakukan kunjungan dengan membawa rombongan mulai dari Wakapolda Maluku ikut sejumlah pejabat teras dilingkup Kepolisian Daerah Maluku.
Kapolda menyampaikan kunjungan ini adalah silaturahmi di bulan puasa sehingga ia berkeliling ke polres-polres bersafari ramadhan, buka puasa bersama sekalian sholat taraweh bersama di Polres Pulau Buru.
Selain itu, Kapolda membawa beberapa pejabat baru Polda Maluku yakni Wakapolda, Dirintel, Kabid Propam dan Dirlantas. “Ini semua pejabat baru saya ajak ke sini supaya dia bisa orientasi wilayah,” ucap Kapolda.

Kemudian, menurutnya sebagaimana diketahui ada beberapa kasus menonjol, salah satunya berkaitan dengan kejadian kemarin tentang jatuhnya kontener yang diduga ada zat berbahaya yang sedang ditangani Polres Pulau Buru dan Polda Maluku saat ini. “Sekarang sudah berproses,” ujarnya.
Ia menjelaskan dirinya sudah mengirim tim dari Polda Maluku untuk turun dan saya sudah berkoordinasi dengan stakeholder instansi terkait. Selain itu, dari Pelni pusat juga sudah hadir.
“Progres dari penanganan khusus soal kontener jatuh ini sudah 6 orang kita periksa 3 dari Pelni, kemudian 2 Syahbandar dan satu dari Operator dan tidak terbatas ini saja, kita sudah kirimkan tim juga untuk berkoordinasi dari sumber barang tersebut,” tandasnya.
Turut hadir dalam dalam Kunker yakni Irwasda, Kombes Pol Jannus Perlindungan Siregar, Karops, Kombes Pol Asep Saepudin, Karo Rena, Kombes Pol Sus Edy Tafid, Karo ESDM, Kombes Pol Denny Yono Putro, Karo Log, Kombes Chahirul Asis, Dir Bimnas, Kombes Pol Dany Abrahamas, Dir Intel Kam dan Kombes Pol Kede Arsana.
Selain itu, Direskrimum, Kombes Pol Adri Iskandar, Dieskrimsus, Kombes Pol Harold Wilson Huwae, Direskrim Resnarkoba, Kombes Pol Cahayo Utomo, Dirlantas, Kombes Pol Rusdy Pramana Suryagara, Dir Pol Airud, Kombes Handoyo Santoso, Dir Sabara dan Kombes Pol Agus Pujianto.
Selanjutnya, Dir Pamobvit, Kombes Pol Wirdenis Herman, Dir Tahti, AKBP Dr Teodorus Rahil, Kabid Propam, Kombes Pol Nugroho Agus Setiawan, Kabid Hum, Kombes Pol Michael Kn Lingga, Kaabid Humas, Kombes Pol Drs Mohamad Roem Ohoirat, Kabid TIK, Kombes Pol, Rizki Nugroho, Dansat Brimob, Kombes Pol Dostan Matheus Siregar, Kepala BPN dan Kombes Pol Daniel Prio Dwi Atmoko. (**)
Comment