Gunakan Nomor Antrian, Warga Keluhkan Pembelian Beras di Bulog Raha

MUNA, EDISIINDONESIA.id – Salah seorang warga mengeluhkan sistem pembelian beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang menerapkan nomor antrian.

“Saya dari wilayah Kabawo. Kebetulan ke Raha ada urusan. Saya pikir kebetulan lagi di Raha, maka sekaligus ingin beli beras di Bulog, tapi malah tidak dilayani dengan alasan, tidak ada nomor antrian, dan dipersilahkan untuk hadir kembali besok pagi mengambil dulu nomor antrian. Sejak kapan in diberlakukan,” kesal warga tersebut yang tidak mau identitasnya dipublish, ketika menghubungi edisi indonesia.

Menurutnya, stok beras di gudang masih terlihat banyak. Hanya saja, petugas kekeuh tidak melayani sepanjang tidak memegang nomor antrian.

“Sistem nomor antrian itu patut kita duga hanya menguntungkan orang tertentu saja. Selama ini tidak pake nomor antrian segala, nanti juga sekarang ini. Apalagi tempat tinggal saya cukup jauh.” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Raha Ritno, menerangkan penerapan nomor antrian bukan sistem kuota, tapi upaya untuk tertibkan massa supaya lebih teratur.

“Selain itu terlalu jauh naiknya harga dipasar dibanding harga di bulog, sehingga warga berkerumun depan kantor,” katanya, Rabu (8/2/2023).

Alasan lainnya itu, ungkap Ritno, sudah mulai ada spekulan yang manfaatkan situasi disparitas harga pasar dengan bulog.

“Jadi perlu treatmen tertentu, situasi hari ini akan terurai dengan sendirinya kalau masa panen sudah tiba. Harga dipasar cenderung akan turun, sehingga warga bisa lebih memilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya,” timpalnya.

Dia juga mengatakan stok beras masih aman. Bagi warga yang berada jauh dari bulog Raha, bisa membeli melalui RPK yang telah ada.

“Misalnya wilayah Kabawo sudah ada RPK nya bulog, tidak perlu ke Raha, supaya jangan jauh-jauh. Disamping itu, tentu evaluasi akan jalan terus untuk perbaikan-perbaikan pelayan kami ya.” tandas dia. (**)

Comment