KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sebanyak 8 mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari bakal mengikuti program magang di Negeri Sakura, yakni di Yorozu Corporation Jepang.
Dekan Fakultas Teknik UHO Kendari, Edward Ngii mengatakan bahwa, tahun 2023 ini Japan World Business (JWB) memberikan kesempatan kepada 100 mahasiswa untuk mengikuti magang skala internasional tersebut.
“Di Januari ini pemberangkatan pertama di tahun 2023, ada 8 orang dari Teknik Mesin,” katanya usai pelepasan mahasiswa magang, Senin (30/1/2023).
Ia mengatakan bahwa, proses pemagangan di Jepang tersebut merupakan salah satu wujud implementasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Dimana, mahasiswa diberikan kesempatan untuk berkegiatan dan belajar di luar kampus, yang mana untuk kali ini kesempatan tersebut adalah magang internasional di luar negeri, yakni di Perusahaan Toyota dan Mitsubishi.
“Ini tentu saja akan meningkatkan kinerja Perguruan Tinggi khususnya Universitas Halu Oleo dalam hal untuk mempersiapkan alumni agar mudah diterima di pasar kerja,” ungkapnya.
Karena kata dia, indikator Perguruan Tinggi saat ini yang dikatakan maju apabila alumninya dibawah 6 bulan sudah diterima di pasar kerja atau sementara kuliah tapi juga sudah bekerja.
“Dan di magang ini merupakan indikator seperti itu, mereka diberikan gaji dan ketika sudah dari Jepang peluang untuk diterima kerja lebih mudah,” katanya.
“Karena kalau sudah memiliki kompetensi internasional dan pengalaman yang didapatkan nantinya akan memudahkan mereka untuk bekerja dimanapun,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Fakultas Teknik UHO Kendari, Adris A Putra mengatakan bahwa Program Magang Internasional tersebut sudah dimulai sejak tahun 2020.
Kemudian, masih terus berlanjut hingga tahun 2023 ini, hal tersebut menunjukkan bahwa para mahasiswa yang telah mengikuti magang mampu beradaptasi dengan kondisi, budaya kerja dan materi-materi atau pekerjaan yang diberikan saat magang di Jepang.
“Ini menunjukkan bahwa kurikulum yang kita berlakukan disini sudah relevan, tinggal kita perbaiki terus, utamanya dalam budaya kerja dan kedisiplinan,” ungkapnya.
Lanjut ia menyampaikan, dalam proses perekrutan mahasiswa magang, dimulai dengan proses pendaftaran, setelah itu dilakukan seleksi berkas.
“Kemudian dilakukan tes atau perekrutan yang dilakukan langsung oleh perusahaan Jepang yang dituju, jadi tidak ada intervensi dari pihak fakultas dal tes tersebut. Kita hanya memfasilitasi dalam proses pendaftaran dan seleksi,” jelasnya. (**)
Comment