KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Forum Masyarakat Lingkar Kecamatan Puriala menggelar aksi unjuk rasa, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Senin (5/12/2022).
Salah satu tuntutan mereka adalah ada dugaan korporasi pertambangan yang dilakukan oleh PT Wika selaku pemegang tender Proyek Starategis Nasional (PSN).
Kordinator Lapangan (Korlap) Forum Masyarakat Lingkar Kecamatan Puriala, Aldi Lamoito saat menyampaikan orasinya mengatakan, dalam pengerjaan waduk Bendungan Ameroro yakni melakukan korporasi holing yang tidak sesuai dengan kapasitas muatannya serta diduga hanya memperparah infrastruktur jalan Poros Kecamatan Puriala.
“Kami meminta agar DPRD Konawe untuk segera meninjau dan memproses kembali kebijakan PT Wika yang dinilai tidak sesuai dengan kaidah peraturan lalu lintas dan pengangkutan jalan dalam muatan holingnya,” ujarnya.
Selain itu, masa aksi juga meminta kepada wakil rakyat untuk segera memanggil Direktur Utama PT. Wika atas dugaan Korporasi Holing menggunakan 10 roda kapasitas 38 ton yang tidak sesuai dengan kapasitas muatan angkutan jalan yang hanya berkapasitas 8 ton.
“Kami meminta DPRD Konawe segera memanggil Dirut PT Wika dalam jadwal RDP atas kerugian dan keresahan masyarakat yang ditimbulkan akibat aktivitas holing nya,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Konawe, Hermansyah Pagala yang menerima para demonstran menyampaikan akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk RDP, ini akan segera ditindaklanjuti dan dimediasi antara pihak terkait.
“Kami apresiasi perjuangan teman-teman menyampaikan persoalan ini kepada kami, Insha Allah hari ini juga saya teruskan ke pihak bersangkutan (PT WIKA) dan Akan segera Mediasi paling lambat hari Kamis dengan pihak-pihak terkait,” tandasnya. (**)
Comment