17.106 KPM di Kendari Terima Bantuan Sosial

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sebanyak 17.106 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima bantuan sosial, di Kota Lulo tersebut.

Bantuan tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Sultra, Ali Mazi, di Kantor POS Indonesia Cabang Kendari, Kamis (24/11/2022).

Sedangkan total jumlah penerima sesuai alokasi yang diterima PT POS Indonesia Sultra, untuk gelombang pertama sebanyak 208.264 KPM se-Sultra.

Bantuan sosial tersebut berupa, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) Tahap 2 November-Desember Rp. 150 ribu untuk tiap bulannya.

Lalu, bansos sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk 3 bulan Oktober-Desember, dengan nominal Rp. 200 ribu dikali 3 bulan. Serta Program Keluarga Harapan (PKH) yang besarannya bervariasi.

Gubernur Sultra, Ali mazi berharap bantuan tahap kedua tersebut bisa memberikan manfaat kepada penerima. Sehingga ia berpesan agar masyarakat bisa menggunakan bantuan dengan bijak untuk kebutuhan yang penting, utamanya berkaitan dengan biaya sekolah anak-anak.

“Ini suatu rahmat dari Allah melalui bapak Presiden Joko Widodo, jangan disalahgunakan, dimanfaatkan untuk sandang pangan,” pesannya.

“Bagi yang tidak mempunyai pakaian belikan lah baju sesuai kebutuhan, bila perlu jika ada anaknya yang sekolah dipakai untuk beli pakaian sekolah,” tambahnya.

Tempat sama, Kepala PT Pos Indonesia Sultra Wildan Hamdani menyampaikan bahwa jadwal pembayaran utama akan dilakukan hingga 30 November 2022 mendatang.

Setelah jadwal pembayaran utama, pihaknya tetap melayani dengan membuka loket di PT POS bagi yang berhalangan datang ketika jadwal pembayaran utama.

“Termasuk KPM yang berhalangan hadir karena sakit atau disabilitas, maka pihak PT POS akan mendatangi ke rumah yang bersangkutan,” terangnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut adalah bukti kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

“Dalam rangka meminimalisir resiko sosial akibat dari beberapa kebijakan terutama kebijakan subsidi BBM,” ucapnya.

Sehingga, ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat, agar tidak bertindak konsumtif hanya untuk hal yang tidak perlu.

“Utamakan untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan dan prioritas dukungan pembiayaan sekolah anak,” pungkasnya. (**)

Comment