Warga Mabholu Nikmati Bantuan Air Bersih dari PT PLN UIP Sulawesi

MUNA, EDISIINDONESIA.id – Bantuan air bersih dari PT PLN UIP Sulawesi yang diperuntukkan kepada 25 Kepala Keluarga (KK) di Desa Mabholu, Kecamatan Lohia, Muna telah dinikmati oleh warga setempat.

Bersama Wakil Bupati Muna, Bachrun, pihak PLN, rumah BUMN PLN Muna, mengecek secara langsung pengaliran air dari meteran air masing-masing penerima manfaat.

Manager Pertanahan PLN Sultra, Wawan Nasrul, menerangkan, pemberian air bersih kepada masyarakat desa Mabholu merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT PLN (Persero) sebagai wujud nyata dari tanggungjawab sosial perusahaan kepada masyarakat.

“Program CSR merupakan proyek strategis nasional. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat adalah mereka yang berada dibawah jalur Kabel listrik proyek transmisi dan jaringan Sutet PLN,” jelasnya, Rabu (19/10/2022).

“Untuk jalur kabel listrik itu wilayahnya mulai dari Banggai, Mabholu, Mabodo, Kontunaga dan Liabalano, untuk saat ini yang mendapatkan bantuan CSR berupa pemasangan air PDAM ke masyarakat adalah desa Mabholu. Desa-desa lainnya itu menyusul,” sambung Wawan.

Sebelum di Desa Mabholu, lanjut dia, PLN juga telah memberikan program bantuan CSR di Kecamatan Kabawo berupa tambak budi daya lobster, bantuan masjid dan jalan untuk masyarakat.

“Ditahun ini ada enam kegiatan bantuan CSR dari PLN. Yang jelas kebutuhan listrik itu sangat penting untuk meningkatkan taraf ekonomi,” tandasnya.

Wakil Bupati Muna, Bachrun mewakili Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada PT PLN (Persero) karena telah memberikan bantuan berupa air bersih dari PDAM. Ia berharap, program CSR dari PLN berkelanjutan.

“Terima kasih atas bantuannya. Kami harapkan semoga kedepannya kelistrikan di pulau Muna jauh lebih baik lagi,” timpalnya.

Sementara itu, Wa Inte warga Mabholu mengapresiasi atas bantuan air bersih yang telah di berikan PT PLN UIP Sulawesi. Selama ini kata dia, air yang diperoleh dirumahnya, didapatkan dari air hujan yang kemudian ditampung dibak air untuk bisa di konsumsi sehari-hari oleh keluarganya.

“Selain air hujan, dikala musim kemarau, air bersih kita beli dari mobil penjual air yang didatangkan dari kota Raha. Tapi untuk sekarang Alhamdulillah air dari PDAM sudah bisa kita nikmati,” ceritanya. (**)

Comment