Sikapi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, P3APPKB Sultra Bentuk Forum PUSPA di Mubar

MUBAR, EDISIINDINESIA.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Sulawesi Tenggara (Sultra) berkolaborasi dengan DP3A Kabupaten Muna Barat (Mubar) menggelar advokasi pembentukan forum partisipasi publik kesejahteraan perempuan dan anak (PUSPA), di Balai Desa Lalemba, Kecamatan Lawa, Rabu (19/10/2022).

Kepala Dinas P3APPK Sultra, Andi Tenri Rawe Silondae mengatakan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan perempuan dan anak di Indonesian khususnya di Sultra masih menghadapi tantangan yang serius isu kekerasan, perdagangan anak,akses ekonomi kesetaraan dan keadilan gender dan masalah lainya.

Lanjutnya berdasarkan data sistem online perlindungan perempuan dan anak (SIMPONI PP PA) UPTD PP PA Sultra mencatat adanya 88 kasus kekerasan pada perempuan
dan 179 kasus kekerasan pada anak di tahun 2021 dan untuk 2022 kekerasan perempuan dan anak tercatat dari Januari hingga September mencapai 246 dengan rincian anak sebanyak 161 dan perempuan 86 kasus.

“Untuk itu, kegiatan ini mengangkat tema sosialisasi penguatan jejaring antar lembaga penyedia layanan peningkatan kualitas keluarga kewenangan Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2022 dengan membentuk forum PUSPA,” kata dia.

Menurutnya forum PUSPA ini adalah forum yang menggalang dukungan lembaga masyarakat, pemerintah pusat dan daerah, akademisi, dunia usaha dan media untuk percepatan dan efektitas terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak.

“Olehnya itu, saya berharap kita semua sebagai masyarakat dapat ikut berpartisipasi dan bekerjasama dalam hal pemberdayaan perempuan dan anak agar tercipta kondisi masyarakat yang peduli serta menciptakan kemitraan kerjasama dan hubungan kerja yang baik,” ujar Andi Tenri.

Andi Tenri menjelaskan upaya apapun yang dilakukan oleh pemerintah tidak akan optimal pencapaiannya tampa adanya partisipasi dan keterlibatan berbagai pihak.

“Untuk itu saya berharap pada lembaga masyarakat dalam menyikapi masalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tentunya dapat diperlukan strategi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan, keterlibatan aktif elemen masyarakat dunia usaha dan media sangat diharapakan dalam menjangkau dan melindungi perempuan dan anak dilingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Andi Tenri menambahkan untuk mewadahi lembaga masyarakat organisasi-organisasi masyarakat yang peduli terhadap perempuan dan anak untuk bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan anak maka hadirlah forum partisipasi publik untuk kesejahteraan perempuan dan anak (PUSPA).

“Olehnya itu, saya berharap dengan terbentuknya forum PUDPA di Muna Barat dapat menjadi wadah bagi lembaga masyarakat yang peduli perempuan dan anak untuk bermitra dengan pemerintah daerah dalam mendukung program pemberdayaan perempuan dan anak sebagai penghubung antar pemda dan masyarakat sebagai sarana bersinergi untuk terwujudnya Sultra yang aman,maju,sejahtera dan bermartabat,” pungkasnya. (**)

Comment