MUNA, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Bangkali, Kecamatan Watopute, didemo warganya, Kamis (18/8/2022).
Aksi unjuk rasa oleh Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Bangkali (IPMAB) ini terkait persoalan mandeknya pengaliran air bersih dirumah-rumah warga.
Ketua IPMAB, Mirdhan Amri mengungkapkan air bersih vital bagi kehidupan. Dimana, air merupakan kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan bagi keberlangsungan hidup.
Terkhusus di Desa Bangkali, sejatinya urusan air bersih yang bersumber dari mata air jini telah terdistribusi kerumah-rumah warga beberapa waktu lalu namun hanya berlangsung selama tiga bulan dan kini tidak lagi mengalir, padahal warga ditarik iuran perbulan untuk itu.
“Ratusan juta Dana Desa dianggarkan untuk kebutuhan air bersih, namun hingga saat ini persoalan tersebut belum bisa diselesaikan, pada akhirnya masyarakat kecil jadi korban,” kata Mirdhan dalam orasinya.
Anehnya, terang dia, setelah mengetahui akan dilangsungkan demonstrasi, air yang telah lama tidak mengalir, tiba-tiba kembali mengalir.
Ditambahkan Korlap, Maulid Ramadhan, berkaitan akan hal tersebut, Pemdes Bangkali dan pihak-pihak terkait agar lebih progresif dan transparan dalam menyelesaikan sengkarut air bersih di Bangkali.
“Pemdes Bangkali diminta menyelesaikan persoalan air bersih agar menerapkan prinsip terbuka serta tidak memihak dalam memutuskan perkara dengan kaitannya soal air bersih,” tegas Maulid pada tuntutannya.
Olehnya itu, IPMAB memberi waktu selama tujuh hari agar menyelesaikan problem ini, jika tidak, Kepala Desa (Kades,) Bangkali diminta mundur dari jabatannya.
Sementara, Kades Bangkali, Rajab Gafaru yang ingin dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan. Ia beralasan sedang terburu-buru ingin menghadiri panggilan Camat Watopute.
Pantauan Edisi Indonesia aksi demonstrasi tersebut cukup menyita perhatian warga setempat dan pengguna jalan, yang diwarnai dengan aksi bakar ban ditengah jalan tepat gerbang masuk kantor balai Desa Bangkali. (**)
Comment